Ini Kesalahan yang Sering Dilakukan UMKM saat Mendesain Kemasan
- 13 Jul 2026 01:47 WIB
- Pusat Pemberitaan
Poin Utama
- Kemasan berfungsi tidak hanya sebagai pembungkus tetapi juga sebagai alat menarik perhatian konsumen dan meningkatkan kepercayaan pembeli yang berdampak pada peningkatan penjualan UMKM.
- UMKM hanya memiliki waktu empat hingga lima detik untuk menarik hati konsumen, sehingga desain kemasan harus sederhana dengan maksimal 2-3 warna utama dan 1-2 jenis font.
- Lima kesalahan desain kemasan yang harus dihindari UMKM adalah overdesign, tidak menunjukkan identitas produk, tidak menampilkan informasi penting, kualitas visual rendah, dan tidak mempertimbangkan target pasar.
RRI.CO.ID, Jakarta - Kemasan tidak hanya berfungsi sebagai pembungkus sebuah produk. Kemasan juga punya fungsi lain, salah satunya menjadi alat untuk menarik perhatian konsumen dan meningkatkan kepercayaan pembeli.
Dengan memiliki kemasan yang baik dan tepat, penjualan UMKM bisa terdorong naik. Prinsip ini yang sering kali kurang dipahami oleh UMKM.
Tak ayal, kita banyak menemukan UMKM yang kurang peduli dalam mendesain sebuah kemasan, bahkan terlihat asal-asalan. Oleh karena itu, untuk mendesain sebuah kemasan, ada beberapa kesalahan yang tak boleh dilakukan.
Dikutip dari laman umkm.go.id, Minggu 12 Juli 2026, berikut kesalahan yang sering kali diabaikan oleh UMKM dalam mendesain sebuah kemasan:
Terlalu Ramai (Overdesign)
Untuk membuat desain yang baik, sebaiknya desain dibuat dengan kesederhanaan dan jangan terlalu ramai dan kompleks. Maksimal gunakan 2-3 warna utama, 1-2 jenis font dan prioritaskan informasi penting.
Pebisnis UMKM sering lupa bahwa kemasan juga berfungsi sebagai media komunikasi. UMKM hanya punya waktu empat hingga lima detik untuk menarik hati konsumen.
Tidak Menunjukkan Indentitas Produk dengan Cepat
Dalam membuat desain, pebisnis UMKM harus bisa menunjukkan identitas produk dengan cepat. Dengan melihat desainnya, konsumen sudaha bisa dengan cepat mengetahui produk yang dijajakan, rasa dan varian, serta keunggulannya.
Yang sering terjadi, pelaku UMKM menggunakan foto yang tidak relevan, informasinya tidak jelas, dan desain terlalu abstrak sehingga produk sulit dikenali.
Tidak Menampilkan Informasi Penting
Desain kemasan yang baik harus bisa menampilkan informasi penting dari sebuah produk. Informasi ini harus disampaikan dengan font yang baik dan tidak terlalu kecil sehingga sulit terbaca. Beberapa informasi penting yang perlu disampaikan misalnya tanggal kedaluarsa, label penting seperti halal dan izin edar.
Pebisnis UMKM juga perlu menampilkan kontak dan alamat media sosialnya.
Kualitas Visual Rendah
Kualitas visual yang buruk bisa menyebabkan konsumen berfikir produk terlihat murah dan tidak tepercaya. Oleh karena itu, gunakan file desain resolusi tinggi dan gunakan mockup dan template yang profesional.
Tidak Mempertimbangkan Target Pasar
Sebelum membuat desain, tentukan terlebih dahulu target pasar yang akan dituju. Siapa yang akan membeli produkmu.
Apabila menyasar anak muda, maka tampilan produknya juga harus disesuaikan dengan selera anak muda. Begitu pula apabila menyasar kalangan menengah atas, maka desain yang dibuat harus premium dan jangan terkesan murahan.
Nah, jika Teman UMKM ingin mengetahui informasi lain yang berkaitan dengan UMKM, kamu dapat mengunjungi IG @kementerianumkm, TikTok: kementerianumkm, FB: Kementerian UMKM, X: KementerianUMKM, dan YouTube: KementerianUMKM.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....