Wamen Ekraf Dorong Inovasi Jamu untuk Tembus Pasar Global

  • 08 Jun 2026 09:42 WIB
  •  Pusat Pemberitaan
Poin Utama
  • Wakil Menteri Ekonomi Kreatif, Irene Umar, menyebut jamu sebagai identitas Indonesia yang perlu dilestarikan dengan pendekatan modern.
  • Potensi ekonomi jamu mencapai Rp350 triliun per tahun jika dikelola secara optimal.

RRI.CO.ID, Jakarta - Wakil Menteri Ekonomi Kreatif, Irene Umar, mengatakan jamu merupakan bagian dari identitas Indonesia. Sebagai produk kreatif, lanjut dia, jamu perlu terus dijaga dan diwariskan melalui pendekatan modern.

"Jamu adalah identitas Indonesia. Dari budaya dan identitas itulah kreativitas lahir sehingga menghasilkan berbagai inovasi yang membuat budaya kita lestari sekaligus relevan," ujarnya saat menghadiri Festival Jamu Nusantara di Hutan Kota Gelora Bung Karno (GBK), Jakarta, Minggu, 7 Juni 2026.

Irene menilai pelestarian budaya harus dilakukan dengan pendekatan yang dekat dan relevan dengan kehidupan masyarakat, terutama generasi muda. Karena itu, kreativitas menjadi faktor kunci agar warisan budaya tetap dikenal dan dicintai lintas generasi.

Wamen juga menekankan, jamu tidak hanya memiliki nilai budaya, tetapi menyimpan potensi besar sebagai produk kreatif berdaya saing global. "Jamu adalah brand Indonesia yang memiliki potensi besar dalam industri kesehatan, kecantikan, dan kuliner global," ujarnya.

Founder Acaraki, Jony Yuwono, mengatakan Festival Jamu Nusantara menunjukkan bahwa tradisi dapat berkembang tanpa kehilangan akar budayanya. "Ketika tradisi bertemu kreativitas, kekayaan budaya juga mampu melahirkan peluang baru bagi generasi masa kini dan masa depan," ujarnya.

Kepala Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM), Taruna Ikrar, mengatakan potensi ekonomi jamu dapat mencapai Rp350 triliun per tahun. Menurut dia, potensi tersebut dapat terwujud apabila jamu dikelola dengan baik.

Taruna menilai jamu memiliki peluang besar untuk terus berkembang di masa mendatang. Dia juga mendorong generasi muda ikut mengembangkan kekayaan budaya Indonesia tersebut.

"Saya kira generasi milenial dan generasi alfa ini menjadi sebuah kekayaan. Jangan lupa, saya selalu katakan ada potensinya Rp350 triliun setiap tahun kalau ini dikelola dengan baik," ujarnya.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....