Taruna Ikrar Sebut BPOM Beri Perhatian UMKM lewat Sapa Jamu

  • 07 Jun 2026 19:55 WIB
  •  Pusat Pemberitaan
Poin Utama
  • Program tersebut menjadi bagian dari proyek strategis Presiden Prabowo Subianto.
  • Pernyataan itu disampaikan pada puncak Pekan Hari Jamu Nasional di Jakarta.
  • Kepala BPOM Taruna Ikrar mengatakan BPOM terus mendorong pengembangan usaha jamu melalui program Sapa Jamu dan Sapa UMKM.

RRI.CO.ID, Jakarta - Kepala Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) Taruna Ikrar mengatakan BPOM terus mendorong pengembangan usaha jamu melalui program Sapa Jamu dan Sapa UMKM. Menurutnya, program tersebut menjadi bagian dari proyek strategis Presiden Prabowo Subianto.

Taruna menyampaikan hal itu pada puncak Pekan Hari Jamu Nasional di Jakarta, Minggu, 7 Juni 2026. Menurutnya, program tersebut sebagai bentuk perhatian BPOM terhadap pelaku UMKM.

"Salah satunya bagaimana yang kita sebut dengan Sapa Jamu, Sapa UMKM. Sapa UMKM ini bagian dari proyek strategisnya Bapak Presiden Prabowo yang memang memerintahkan kepada kami untuk memperhatikan UMKM," ujar Taruna saat ditemui di Jakarta, Minggu, 7 Juni 2026.

Menurut Taruna, UMKM memiliki peran strategis dalam pengembangan industri jamu nasional. Ia menilai sektor tersebut memiliki potensi pasar yang besar dan belum banyak dikelola.

"Dan kita lihat bahwa peran strategis itu sangat besar. Potensi pasar yang sangat besar, potensi yang belum banyak dikelola," kata Taruna.

Sementara itu, Ketua Umum Gabungan Pengusaha Jamu (GP Jamu) Jony Yuwono mengajak seluruh pihak ikut melestarikan jamu. Menurutnya, para penjual jamu gendong memiliki peran penting menjaga warisan budaya bangsa.

Jony mengatakan para penjual jamu gendong bukan sekadar menjajakan minuman tradisional kepada masyarakat. Mereka juga menjaga identitas budaya Indonesia melalui tradisi yang terus dipertahankan hingga kini.

"Mereka bukan hanya sebagai penjaja minuman. Mereka juga merupakan penjaga identitas bangsa yang harus terus kita dukung," ujar Jony.

Jony mendorong pengembangan jamu dalam berbagai bentuk yang lebih sesuai kebutuhan masyarakat modern. Menurutnya, jamu tidak harus selalu dipasarkan dalam kemasan botol seperti selama ini.

Ia menyebut produk jamu dapat dikembangkan dalam bentuk saset, tablet, maupun kosmetik. Menurutnya, jamu diharapkan dapat dikenal hingga ke berbagai daerah dan dunia.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....