Bermusik Jadi Cara Kreatif Menjaga Mental Sekaligus Menciptakan Peluang Kerja
- 01 Jun 2026 17:00 WIB
- Pusat Pemberitaan
Poin Utama
- Mengasah bermusik tidak hanya mencetak musisi (seniman baru), tetapi berpotensi menciptakan lapangan kerja dan peluang usaha pelaku UMKM
- Sebagai sarana hiburan serta media untuk menjaga kesehatan mental dan mengurangi stres
- Menteri Koperasi dan Usaha Kecil Menengah, Maman Abdurrahman, Tina Astari
RRI.CO.ID, Tangerang - Mengasah bermusik tidak hanya mencetak musisi (seniman baru), tetapi berpotensi menciptakan lapangan kerja dan peluang usaha pelaku UMKM . Selain itu,, sebagai sarana hiburan serta media untuk menjaga kesehatan mental dan mengurangi stres.
Pernyataan itu dilayangkan isteri Menteri Koperasi dan Usaha Kecil Menengah, Maman Abdurrahman, Tina Astari usai peresmian 'Dialogue Music School'. "Dengan bermusik, kita bisa mengekspresikan diri, merilekskan pikiran dan mengurangi stres yang ada di dalam diri," ucapnya dikawasan Gading Serpong, Tangerang, Senin 1 Juni 2026.
Tina menuturkan bila dari sisi pendidikan, potensi ekonomi yang dapat tumbuh dari keberadaan sekolah musik. "Maka, 'Dialogue Music School' tidak hanya mencetak musisi dan seniman baru, tetapi juga berpotensi menciptakan lapangan kerja dan peluang usaha bagi pelaku UMKM," ucapnya.
Sebab, lanjutnya, berbagai kebutuhan dalam industri musik dapat melibatkan produk dan jasa dari pelaku UMKM di daerah. Mulai dari bahan baku hingga perlengkapan pendukung alat musik.
"Kita bisa membangun ekosistem antara pemilik sekolah musik, para musisi, pelaku usaha dan UMKM. Misalnya, bahan baku alat musik seperti kayu untuk gitar atau komponen lainnya bisa melibatkan para pengrajin daerah," kata Tina.
Ia mengungkapkan hampir seluruh anggota keluarganya dapat memainkan alat musik. Karena itu, ia juga mendorong anak-anaknya untuk memiliki kemampuan bermain musik setidaknya satu alat musik.
"Saya mempercayakan pendidikan musik putrinya kepada pengajar di 'Dialogue Music School' sejak usia delapan tahun. Sekolah musik ini memiliki kurikulum yang sangat baik dan telah mengadopsi standar internasional," ujarnya.
Ia menilai kemampuan bermusik dapat menjadi bekal hidup yang berharga bagi anak-anak dimasa depan, terlepas dari profesi utama yang nantinya mereka pilih. "Kita tidak pernah tahu bagaimana masa depan anak-anak kita, meskipun cita-citanya ingin menjadi dokter, misalnya, paling tidak mereka memiliki keterampilan yang bisa dibagikan kepada orang lain yang berkaitan dengan musik," ujarnya.
Tina juga menekankan musik tidak mengenal batas usia. "Musik tidak memiliki batas umur, tidak ada kata terlambat untuk belajar musik, bahkan ketika sudah tua pun tidak masalah, semua orang bebas untuk belajar dan menikmati musik," ucap Tina.
Kepala 'Dialogue Music School', Mauritz Kansil mengaku sekolahnya ini bergerak dibidang yang sama dengan program Kementerian Koperasi dan Usaha Kecil Menengah. "Kenapa Ibu Menteri ke sini? Karena itu tadi, kita membuka lapangan pekerjaan ditengah geopolitik global saat ini," ujarnya.
Selain itu, Mauritz menambahkan, anak dari Tina Astari sendiri adalah salah satu siswa di 'Dialogue Music School' ini. "Jadi memang Ibu menteri sangat memberikan dukungannya dalam mengembangkan UMKM," katanya.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....