Tingkatkan Kelas UMKM, Wamendag Perkuat Sinergi Ritel Modern

  • 17 Apr 2026 10:56 WIB
  •  Pusat Pemberitaan
Poin Utama
  • Dyah Roro Esti Widya Putri mendorong sinergi UMKM dengan ritel modern untuk memperluas akses pasar domestik.
  • Kemitraan seperti UMKM Rizkyanti di Palembang menunjukkan produk lokal mampu menembus ratusan gerai ritel nasional.
  • Kemendag mencatat sektor makanan dan minuman tumbuh 6,96 persen dan berpotensi memperkuat ekonomi serta pemberdayaan tenaga kerja perempuan.

RRI.CO.ID, Palembang - Wakil Menteri Perdagangan (Wamendag) Dyah Roro Esti Widya Putri mendorong penguatan sinergi antara pelaku usaha kecil dan ritel modern. Langkah strategis ini bertujuan untuk memperluas jangkauan pemasaran produk unggulan lokal ke seluruh lapisan masyarakat Indonesia.

Roro menyatakan bahwa toko ritel modern berfungsi sebagai wadah efektif untuk mendekatkan produk lokal dengan kebutuhan harian konsumen. Pemerintah akan terus memfasilitasi pertemuan bisnis guna menghubungkan pengusaha kecil dengan jaringan distribusi ritel berskala nasional.

“Kemendag meyakini ritel modern merupakan wadah strategis yang mendekatkan keseharian masyarakat dengan produk UMKM unggulan setempat. Kami terus memfasilitasi business matching yang mempertemukan UMKM dengan pengusaha ritel modern,” ujar Roro di Palembang, Kamis, 16 April 2026.

Salah satu contoh keberhasilan kemitraan ini terlihat pada usaha olahan ikan bernama Rizkyanti di Kota Palembang. Usaha tersebut telah bermitra dengan 544 toko ritel modern selama 14 tahun.

Roro menilai produk pangan lokal seperti pempek memiliki potensi besar untuk merajai pasar domestik melalui kualitas bahan. Lanjutnya, komitmen terhadap standar pengolahan dan pengemasan menjadi kunci utama bagi produk lokal untuk menembus pasar ekspor.

“Pempek dan kerupuk kemplang Rizkyanti menunjukkan UMKM pangan memiliki potensi untuk memenangkan pasar dalam negeri dalam skala luas. Dengan komitmen terhadap kualitas dari pemilihan bahan baku, proses pengolahan, hingga pengemasan, produk pangan lokal dapat merambah pasar ekspor,” ucap Roro.

Pemilik Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) Rizkyanti Yanti Mala berkomitmen menghadirkan produk olahan ikan yang terjamin kehalalannya. Ia meyakini bahwa kemajuan bisnis akan berdampak positif pada optimalisasi pemberdayaan masyarakat melalui penyediaan lapangan pekerjaan.

“Kami terus berinovasi dan meningkatkan kualitas agar produk kami tidak hanya dikenal di pasar dalam negeri, tetapi juga di pasar ekspor. Kami meyakini bahwa dengan majunya suatu bisnis, maka pemberdayaan masyarakat sekitar juga makin optimal, salah satunya melalui penyediaan lapangan kerja,” ujar Yanti.

Kementerian Perdagangan (Kemendag) Republik Indonesia (RI) mencatat pertumbuhan sektor makanan dan minuman mencapai angka 6,96 persen. Roro menegaskan bahwa peluang pasar tersebut harus dimanfaatkan secara maksimal agar produk pangan Indonesia berdaulat di negeri sendiri.

“Ini merupakan peluang pasar yang tidak boleh dilewatkan oleh UMKM pangan Indonesia. Produk lokal harus menjadi raja di pasar domestik,” kata Roro.

Wamendag tersebut mengapresiasi proses produksi higienis yang seluruhnya melibatkan peran aktif dari tenaga kerja perempuan. Ia menekankan bahwa pertumbuhan sektor usaha kecil memiliki kaitan yang sangat erat dengan upaya pemberdayaan kaum perempuan.

“Seluruh proses dikerjakan dengan higienis dan teratur. Jika kita amati tadi, seluruh pekerjanya adalah perempuan,” ujar Roro.

Corporate Communications General Manager (GM) Alfamart Rani Wijaya menyatakan dukungannya terhadap kunjungan kerja kementerian ke gerai di Palembang. Perusahaan berkomitmen menjaga konsistensi sinergi dengan pemerintah dalam mendukung kemajuan para pelaku usaha pangan di Indonesia.

“Alfamart akan tetap konsisten bersinergi dengan pemerintah. Dalam mendukung UMKM pangan Indonesia melalui kemitraan strategis ini,” kata Rani.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....