Menperin Tekankan Temu Bisnis Buka Peluang Ekspor IKM Kerajinan Nasional
- 17 Mar 2026 10:10 WIB
- Pusat Pemberitaan
Poin Utama
- Menperin Agus Gumiwang Kartasasmita menegaskan kegiatan business matching membuka peluang ekspor dan kemitraan baru bagi IKM kerajinan.
- Nilai ekspor kerajinan Indonesia mencapai 806,63 juta dolar AS pada 2025, tumbuh 15,46 persen dibanding 2024.
- Kegiatan melibatkan 50 pelaku IKM, serta didukung BBSPJIKB Yogyakarta, Kementerian Kehutanan, dan asosiasi industri.
RRI.CO.ID, Jakarta – Menteri Perindustrian (Menperin), Agus Gumiwang Kartasasmita, menyatakan kegiatan temu bisnis merupakan langkah strategis untuk memperluas jaringan pemasaran. Menurut dia, forum business matching akan membuka kemitraan baru bagi pelaku industri kecil dan menengah (IKM) sektor kerajinan.
“Di sini pelaku IKM kerajinan dapat berinteraksi langsung dengan buyer dan mitra industri,” ujarnya, Senin 16 Maret 2026. Sehingga, lanjut Agus, ini akan membuka peluang kerja sama yang lebih luas bagi mereka.
Menperin menambahkan kegiatan ini juga menjadi sarana memperkuat ekosistem industri kerajinan nasional agar semakin berdaya saing. Menurut dia, industri kerajinan berpotensi besar untuk meningkatkan nilai tambah ekonomi nasional di pasar global.
“Industri kerajinan Indonesia memiliki keunggulan pada kreativitas, kekayaan budaya, serta keterampilan para perajin,” ujarnya. Karena itu, pemerintah terus berupaya memaksimalkan penguatan daya saing sektor ini melalui pembinaan berkelanjutan dan perluasan akses pasar.
Kementerian Perindustian sebelumnya tellah menyelenggarakan temu bisnis (business matching) IKM Kerajinan 2026 di Yogyakarta pada 10 Maret 2026. Sebagai pelaksananya adalah Direktorat Jenderal (Ditjen) Industri Kecil, Menengah, dan Aneka (IKMA) Kementerian Perindustrian (Kemenperin).
Direktur Jenderal (Dirjen) IKMA, Reni Yanita, mengatakan kegiatan ini bertujuan memperluas jaringan pemasaran IKM kerajinan. Menurut dia, interaksi langsung dengan pembeli dapat meningkatkan kesiapan pelaku usaha memasuki pasar internasional yang lebih kompetitif.
“Di sini pelaku IKM kerajinan dapat berinteraksi langsung dengan buyer dan mitra industry,” ujarnya. Kegiatan ini, lanjut dia, juga menjadi sarana untuk memperkuat ekosistem industri kerajinan nasional agar semakin berdaya saing.
Menurut Reni, nilai ekspor kerajinan Indonesia pada 2025 mencapai USD806,63 juta. Ini merupakan peningkatan 15,46 persen dibandingkan dengan capaian setahun sebelumnya.
Menurut Reni, nilai ekspor kerajinan Indonesia pada 2025 mencapai USD806,63 juta. Ini merupakan peningkatan 15,46 persen dibandingkan dengan capaian setahun sebelumnya.
“Peningkatan kinerja ekspor ini menunjukkan produk kerajinan nasional memiliki potensi besar untuk terus berkembang di pasar global,” ucapnya. “Karena itu, peningkatan kualitas produk, inovasi desain, konsistensi kualitas produksi sangat penting untuk terus dilakukan.”
Direktur IKM Kimia, Sandang, dan Kerajinan, Budi Setiawan, menambakan menyatakan kegiatan ini menjadi ruang pembelajaran komprehensif bagi para pelaku usaha. “Kami berharap para perajin dapat memahami kebutuhan pasar serta meningkatkan kesiapan usaha untuk menjalin kolaborasi bisnis berkelanjutan,” ujarnya.
Kegiatan temu bisnis tersebut melibatkan Balai Besar Standardisasi dan Pelayanan Jasa Industri Kerajinan dan Batik (BBSPJIKB) dan Kementerian Kehutanan. “Mereka memberikan pendampingan dan konsultasi kepada pelaku IKM terkait aspek teknis dan regulasi untuk memperluas pasar produk kerajinan,” kata Budi.
Sebanyak 50 pelaku IKM kerajinandari seluruh Indonesia menghadiri kegiatan tersebut. Di sana mereka bertemu dengan pemangku kepentingan dari sektor perhotelan serta asosiasi industri permebelan nasional.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....