Kementerian UMKM Dorong Akses Pembiayaan Inklusif bagi UMKM

  • 29 Mei 2025 19:43 WIB
  •  Pusat Pemberitaan

KBRN, Jakarta: Kementerian UMKM bersama SMBC Indonesia bersama dengan Universitas Podomoro, mendorong akses pembiayaan inklusif bagi UMKM. Akses pembiayaan yang dilakukan melalui ajang Entrepreneur Hub Financial 2025.

Dalam program ini, SMBC Indonesia tidak hanya berperan sebagai penyedia pembiayaan, tetapi juga menjadi mitra strategis dalam menyusun modul pelatihan. Kemudian juga memberikan pembekalan keuangan, serta melakukan asesmen kelayakan usaha secara menyeluruh.

Inisiatif ini sejalan dengan fokus SMBC Indonesia pada pengembangan sektor UMKM sebagai tulang punggung perekonomian nasional. Deputi Bidang Kewirausahaan Kementerian UMKM Siti Azizah mengungkapkan, Entrepreneur Hub Finance Jakarta Raya 2025 bukan hanya ruang pertemuan.

"Ini adalah platform kolaborasi. Tempat di mana, UMKM bisa langsung terhubung dengan lembaga pembiayaan," ujar Siti Azizah, Kamis (29/5/2025).

Melalui Entrepreneur Hub Financial 2025, sejumlah wirausaha terkurasi dari wilayah Jabodetabek akan dibekali pelatihan literasi keuangan, penyusunan rencana bisnis. Serta pendampingan intensif oleh tim dari SMBC Indonesia dan Universitas Agung Podomoro.

Tujuan dari kegiatan ini adalah mencetak pelaku wirausaha yang bankable dan memiliki prospek usaha yang berkelanjutan. Proses ini diharapkan menjadi jembatan yang efektif antara dunia usaha kecil dan lembaga keuangan.

“program ini mencerminkan pendekatan kolaboratif oleh sektor perbankan dalam menghadapi tantangan pembiayaan UMKM yang selama ini terbentur literasi keuangan. Ketidaksiapan dokumen persyaratan, hingga keterbatasan pemahaman soal skema pembiayaan alternatif,” ujar Siti Azizah.

Sementara, Head of Retail Lending Business SMBC Indonesia Purnomo B. Soetadi, mengatakan, pihaknya berkomitmen mendukung agenda strategis nasional. Salah satunya terkait peningkatan rasio wirausaha.

"Kami memahami bahwa UMKM merupakan salah satu pilar penting bagi perekonomian Indonesia. Oleh karena itu, dibutuhkan sinergi dan kolaborasi yang apik dari semua pihak dalam ekosistem kewirausahaan," ujar Purnomo.

Program ini diharapkan menjadi model sinergi yang berkelanjutan antar pemangku kepentingan seperti pemerintah, dunia usaha, lembaga keuangan, dan akademisi. Demi menguatkan ekosistem kewirausahaan secara keseluruhan.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....