Bonggol Jagung Bukan Lagi Limbah, Kini Punya Nilai Ekonomi Tinggi

  • 28 Sep 2026 00:57 WIB
  •  Pusat Pemberitaan
Poin Utama
  • Bonggol jagung atau tongkol jagung yang sebelumnya dianggap limbah pertanian kini memiliki nilai ekonomi yang tinggi dan banyak diminati pasar internasional.
  • Jepang merupakan negara importir utama bonggol jagung, memanfaatkannya sebagai media tanam jamur dalam usaha pertanian modern.
  • Transformasi bonggol jagung dari limbah menjadi komoditas ekspor menunjukkan peluang ekonomi baru bagi petani Indonesia dalam pengelolaan limbah pertanian.

RRI.CO.ID, Jakarta - Bonggol jagung atau yang biasa juga disebut dengan tongkol jagung rupanya punya nilai ekonomi yang tinggi. Barang yang dulunya hanya dianggap sebagai limbah ini rupanya kini banyak diminati oleh negara lain.

Kini, bonggol jagung sudah banyak diekspor ke Jepang. Dikutip dari laman umkm.go.id, pada Senin 28 September 2026, di Jepang, komoditas yang sebelumnya dianggap sebagai limbah pertanian ini banyak dimanfaatkan sebagai media tanam jamur.

Fenomena ini kini telah mengubah persepsi bahwa bonggol jagung rupanya punya nilai ekonomi tinggi. Potensi bisnis ekspor bonggol jagung ini pertama kali dimanfaatkan oleh pengusaha asal Kediri, Jawa Timur.

Sebelum diekspor, bonggol jagung ini terlebih dahulu dikeringkan, kemudian digiling. Hasilnya gilingan ini kemudian dimasukkan dalam kemasan press.

Permintaan bonggol jagung dari Jepang rupanya sangat tinggi. Dalam satu tahun, pengusaha dari Kediri ini bisa mengekspor delapan kali.

Setiap kali ekspor, jumlahnya rata-rata mencapai 60 hingga 70 ton. Pada Januari 2024 saja, ia berhasil mengekspor sebanyak 66 ton olahan bonggol jagung ke Jepang dengan nilai ekonomi sekitar Rp 250 juta.

Produk olahan bonggol jagung ini tentu harus melewati pemeriksaan karantina terlebih dahulu sebelum diekspor. Pelaku UMKM yang ingin mengetahui informasi lain yang berkaitan dengan UMKM, dapat mengunjungi IG @kementerianumkm, TikTok: kementerianumkm, FB: Kementerian UMKM, X: KementerianUMKM, dan YouTube: KementerianUMKM.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....