Persela U-17 Tersingkir dari Piala Soeratin, Kalah Dramatis 2-3

  • 04 Sep 2026 05:17 WIB
  •  Tuban

RRI.CO.ID, Lamongan - Persela Lamongan U-17 harus mengakhiri perjuangannya di ajang Soeratin U-17 Piala Gubernur Jawa Timur 2026. Laskar Joko Tingkir Muda kalah tipis 2-3 dari Mojokerto Putra U-17 pada babak 16 besar di Stadion Surajaya Lamongan, Kamis 3 September 2026.

Disca Mahardika Pratama membawa tim tamu unggul pada menit ke-18. Mojokerto Putra kemudian menggandakan keunggulan melalui Fathur Rizqi pada menit ke-33 sehingga Persela tertinggal 0-2.

Tertinggal dua gol tidak membuat Persela menyerah. Menjelang babak pertama berakhir, Ahmad Az-zuhri memperkecil ketertinggalan melalui sundulan pada menit ke-44. Skor 1-2 bertahan hingga turun minum.

Memasuki babak kedua, Persela tampil lebih agresif. Tekanan terus diberikan ke lini pertahanan Mojokerto Putra hingga akhirnya berbuah gol penyama kedudukan.

Ahmad Ronaldzaki mencetak gol pada menit ke-61 untuk mengubah skor menjadi 2-2. Gol tersebut membuat momentum pertandingan beralih ke kubu tuan rumah.

Persela semakin percaya diri dan terus memburu gol ketiga. Namun, ketika sedang gencar menekan, Persela justru kehilangan bola di lini tengah.

Mojokerto Putra memanfaatkan situasi tersebut dengan cepat melalui serangan balik. Disca Mahardika Pratama kembali menjadi pembeda setelah melakukan aksi solo sebelum melepaskan sepakan akurat yang membuat Mojokerto Putra kembali unggul 3-2.

Persela mencoba mengejar pada sisa waktu pertandingan. Namun, hingga peluit panjang dibunyikan, tidak ada gol tambahan yang tercipta.

Mojokerto Putra pun memastikan kemenangan sekaligus melaju ke babak delapan besar, sedangkan Persela U-17 harus mengakhiri kiprahnya di kompetisi tersebut.

Manajer Persela U-17, Erwin Sulistyo Pambudi, menilai pertandingan berlangsung menarik. Ia mengakui hasil akhir belum berpihak kepada timnya, meski secara permainan Persela mampu memberikan perlawanan.

"Pertandingan cukup menarik antara Persela dan Mojokerto. Memang kami belum beruntung terkait hasilnya. Ya, inilah pertandingan, jadi memang harus ada kalah menang," katanya.

Erwin juga mengapresiasi mental para pemain yang mampu bangkit dari ketertinggalan dua gol. Menurutnya, Persela sempat mendominasi permainan, terutama setelah berhasil menyamakan kedudukan.

"Sebetulnya secara permainan kita sudah bagus, sudah mendominasi. Tapi ya itulah pertandingan, ada kalah dan menang," ujarnya.

Meski gagal melanjutkan perjalanan di Soeratin U-17, Erwin menegaskan kompetisi tersebut tetap menjadi bagian penting dari proses pembinaan pemain muda Persela.

Para pemain diharapkan dapat memanfaatkan pengalaman tersebut sebagai bekal untuk melangkah ke level kompetisi yang lebih tinggi, termasuk EPA, Popda maupun Porprov.

"Tapi ke depannya kita bina adik-adik kita yang U-17 ini untuk persiapan di jenjang yang lebih tinggi, entah itu EPA atau nanti ikut Popda maupun Porprov," tuturnya.

Erwin berharap pengalaman Persela U-17 di Soeratin 2026 menjadi bahan evaluasi bagi manajemen dan tim pelatih. Evaluasi tersebut diperlukan untuk memperkuat sistem pembinaan sekaligus menyiapkan pemain-pemain muda Lamongan untuk masa depan.

"Ini adalah pembinaan dan juga ikut kompetisi. Semoga nanti hasil dari sini akan menjadi koreksi kami sebagai manajemen untuk ke depannya lebih baik," katanya mengakhiri.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....