Pelatih Bojonegoro FC: Mental Pemain Belum Matang

  • 08 Des 2025 09:17 WIB
  •  Tuban

KBRN, Tuban: Kepala Pelatih Bojonegoro FC, Alex Saputro, mengaku jika kekalahan di Liga 4 Kapal Api Piala Gubernur Jatim salah-satunya disebabkan karena usia para pemain mayoritas masih cukup muda. Sehingga, hal itu dianggap mampu mempengaruhi mental para pemain.

"Kita juga tahu kalau persiapan Persatu cukup matang, jadi akan kami benahi sebelum pertandingan kedua bersama Perseta Tulungagung," ujarnya, saat konferensi pers, Minggu (7/12/2025) di Tuban Sport Center.

Meski begitu, ia mengaku puas dengan performa tim Bojonegoro FC, meski kalah skor 2-0 dengan Persatu, dan mendapatkan satu kartu merah. "Setidaknya apa yang saya latih dan saya instruksikan selama pertandingan telah dijalankan dengan baik oleh tim," katanya.

Baginya, kekalahan 2-0 bukan sebuah kekalahan secara telak, namun sudah cukup baik dengan waktu latihan yang singkat. "2 hari seleksi, 2 kali uji coba, kemudian langsung kompetisi. Jadi secara mental, saya rasa anak-anak sudah cukup bagus, tapi akan tetap kami benahi," ucapnya.

Dalam kesempatan tersebut, ia menganggap peran wasit tidak dapat dipercaya 100 persen, terlebih liga kali ini melawan tuan rumah Persatu. "Mohon maaf, ini saya sampaikan untuk kepemimpinan wasit sore ini," kata Alex.

Sementara itu, Kapten pemain Bojonegoro FC, Odie, mengakui jika performa yang dilakukan oleh tim masih belum memungkinkan untuk bisa mencetak skor. "Latihan ini cukup singkat, hanya sekitar satu minggu, dan harus sudah bertanding di liga 4. Tapi ini akan menjadi pembelajaran bagi kami," ucapnya.

Selanjutnya, ia berharap agar Bojonegoro FC dapat mencetak poin di pertandingan selanjutnya. Ditanggapi oleh Kepala Pelatih Persatu, Khoirul Anam, menanggapi jika peran wasit tidak seharunya menjadi alasan kekelahan sebuah tim.

Menurutnya, dalam liga tersebut Persatu telah bermain secara adil dan sportif. "Semua juga sudah melihat, jika selama pertandingan pemain Bojonegoro FC menyikut pemain kami. Dan itu sudah menjadi keputusan wasit," katanya.

Ia menegaskan, bahwa setiap pertandingan sudah sepantasnya diserahkan oleh wasit. "Kami juga selalu berpesan pada pemain kami untuk tidak selalu protes dengan wasit. Karena kami benar-benar siap untuk berkompetisi, apapun hasilnya harus kami terima," katanya, mengakhiri.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....