Batik Gedog Tuban menuju Era Modern Melalui Penetapan KBKI
- 04 Okt 2026 11:05 WIB
- Tuban
RRI.CO.ID, Tuban - Kabupaten Tuban berhasil ditetapkan sebagai Kawasan Berbasis Kekayaan Intelektual (KBKI) untuk komoditas Batik Tulis Tenun Gedog pada tahun 2025. Pemerintah setempat kini terus menggenjot hilirisasi budaya, di mana pengembangan batik tidak hanya berfokus pada pelestarian, melainkan berjalan beriringan dengan peningkatan kapasitas perajin, inovasi, serta perluasan pasar.
Bupati Tuban, Aditya Halindra Faridzky, menegaskan bahwa batik harus keluar dari batasan seremonial semata. Busana tradisional ini dinilai perlu lebur dalam keseharian masyarakat dan diwariskan secara organik kepada generasi mendatang.
"Batik bukan sekadar kain atau busana. Di dalamnya ada cerita, proses, ketekunan, dan identitas yang diwariskan dari generasi ke generasi. Karena itu, memakai batik juga menjadi bagian dari cara kita menjaga warisan budaya," ujar Bupati, Minggu 4 Oktober 2026.
Batik Tulis Tenun Gedog memiliki ciri khas unik yang membedakannya dari ragam batik nusantara lainnya. Proses pembuatannya yang mengedepankan tradisi menenun khas masyarakat Tuban melahirkan nilai autentik yang tinggi.
Kendati demikian, Mas Lindra menekankan bahwa kelestarian tidak berarti jalan di tempat. Kreativitas dan inovasi menjadi kunci agar kain gedog tetap relevan menyapa kebutuhan gaya hidup modern, khususnya bagi anak muda.
"Warisan budaya akan tetap hidup ketika generasi penerus merasa dekat dan bangga dengannya. Mari kita beri ruang bagi kreativitas anak-anak muda untuk mengembangkan Batik Gedog menjadi berbagai karya fashion yang sesuai dengan perkembangan zaman, tanpa kehilangan karakter aslinya," jelasnya.
Sebagai wujud nyata, geliat promosi terus diperluas. Belum lama ini, Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) Kabupaten Tuban sukses memamerkan Batik Tulis Tenun Gedog beserta produk turunannya pada ajang bergengsi Kriyanusa 2026 di Jakarta International Convention Center (JICC) pada 26–30 September 2026 lalu.
Lebih dari sekadar estetika motif, pengembangan sektor ini diyakini membawa multiplier effect bagi kesejahteraan masyarakat. Perlindungan kekayaan intelektual menjadi perisai agar para perajin lokal kian terlindungi dan termotivasi.
"Ketika batik terus berkembang, yang kita jaga bukan hanya motif dan kainnya. Kita juga menjaga keberlangsungan para perajin, membuka peluang ekonomi, dan memastikan bahwa identitas Tuban tetap dikenal lebih luas," kata Mas Lindra.
Peringatan Hari Batik Nasional 2026 menjadi pengingat bahwa Batik Tulis Tenun Gedog Tuban adalah napas masa kini dan masa depan. Melalui kolaborasi dan kebanggaan bersama, dengan cara membeli, mengenakan, hingga memperkenalkan warisan leluhur ini dipastikan terus tumbuh menjadi kekuatan ekonomi kreatif yang membanggakan.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....