Damkar Tuban Catat Lonjakan Kasus Kebakaran Tiga Bulan Terakhir

  • 10 Sep 2026 12:54 WIB
  •  Tuban

‎‎RRI.CO.ID, Tuban - Satpol PP dan Pemadam Kebakaran (Damkar) Kabupaten Tuban mencatat lonjakan kasus kebakaran secara signifikan dalam tiga bulan terakhir. Musim kemarau panjang yang disertai angin kencang menjadi pemicu utama kerawanan, di mana sebagian besar insiden didominasi oleh kebakaran lahan terbuka akibat aktivitas pembakaran sampah.

‎‎Kepala Bidang (Kabid) Damkar Tuban, Sutaji, mengungkapkan bahwa peningkatan kasus ini terlihat jelas sejak bulan Juli hingga September. Berdasarkan data, sejak Januari hingga September telah terjadi 87 insiden kebakaran, namun lonjakan tersebut terjadi pada bulan Juli dengan 25 kejadian, disusul 27 kejadian pada Agustus, dan data sementara sebanyak 6 kejadian pada awal September ini.

‎‎"5 tahun terakhir di bulan Juli ini yang paling banyak terjadi, dan 50 persen didominasi oleh kebakaran lahan. Kemudian Agustus agak menurun," ujar Sutaji, Kamis 10 September 2026.

‎‎Lonjakan kasus tersebut tersebar di sejumlah wilayah kecamatan di Kabupaten Tuban. Berdasarkan peta sebaran, Kecamatan Semanding menduduki peringkat tertinggi dengan 19 kejadian, diikuti Kecamatan Tuban sebanyak 8 kejadian, Jatirogo 7 kejadian, serta Parengan dan Rengel masing-masing 6 kejadian.

‎‎Melihat tingginya potensi bahaya di tengah cuaca ekstrem saat ini, Sutaji secara tegas mengimbau kepada seluruh masyarakat, pelaku usaha, serta pemilik lahan luas dan kawasan kosong agar meningkatkan kewaspadaan. Ia melarang keras masyarakat melakukan pembakaran sampah tanpa pengawasan.

‎‎"Jadi kami mengimbau ke seluruh masyarakat, saat ini masih musim kemarau panjang, dan selalu berpotensi anginnya kencang. Kami mengimbau kepada seluruh pelaku usaha dan termasuk yang punya lahan, lahan luas masuk ke kawasan hutan, lahan-lahan kosong, jangan sampai membakar sampah sembarangan, kalau terpaksa membakar jangan sampai ditinggalkan," ujar Sutaji.

Pihaknya juga meminta masyarakat untuk tidak ragu segera melapor apabila mendapati titik api yang mulai membesar dan sulit dikendalikan, tanpa harus menunggu skala kebakaran menjadi besar. Petugas Damkar siap siaga memberikan instruksi darurat penanganan awal kepada warga, perangkat desa, maupun jajaran Forkopimka di lapangan, sembari menunggu tim pemadam menuju lokasi.

‎‎"Harapannya apapun jenis kebakaran, kebakaran itu artinya api yang tidak bisa dikendalikan. Kalau ada seperti itu, wajib sampaikan kepada kami. Dan kami nanti akan persiapan berangkat ke lokasi, sambil kami arahkan untuk tim di lapangan termasuk rekan-rekan Forkopimka, pemerintah desa, bersama masyarakat untuk mengambil langkah terlebih dahulu sambil menunggu kami datang," ucapnya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....