Kementerian Transmigrasi Ajak Santri Sunan Drajat Kelola Potensi Ekonomi

  • 01 Okt 2026 19:00 WIB
  •  Tuban

RRI.CO.ID, Lamongan – Kementerian Transmigrasi membuka peluang kerja sama dengan pesantren dan jaringan alumninya untuk mengembangkan potensi ekonomi di kawasan transmigrasi. Kolaborasi ini diharapkan mampu memperluas peran santri sebagai pelaku usaha sekaligus penggerak ekonomi masyarakat.

Tawaran tersebut disampaikan Wakil Menteri Transmigrasi Viva Yoga Mauladi saat menghadiri Seminar Nasional Persatuan Santri Alumni Sunan Drajat (Pessandra) di Pondok Pesantren Sunan Drajat, Lamongan, Rabu 30 September 2026.

Dalam seminar bertema Membangun Kemandirian Santri Melalui Pemberdayaan Ekonomi Santri dan Transmigrasi itu, Viva Yoga menjelaskan, paradigma transmigrasi kini tidak lagi berorientasi pada pemindahan penduduk, melainkan peningkatan kesejahteraan dan pengembangan ekonomi kawasan.

Kementerian Transmigrasi memiliki aset lahan sekitar 3,1 juta hektare yang tersebar di 612 kawasan transmigrasi di luar Jawa dan Bali. Sebanyak 154 kawasan di antaranya menjadi lokasi prioritas nasional hingga 2029. Potensi tersebut terbuka untuk dikelola melalui kerja sama dengan pihak ketiga, termasuk pesantren dan alumni. “Kalau dari santri mau berminat kerja sama dengan Kementerian Transmigrasi, sangat boleh,” ujar Viva Yoga.

Ia menyebut sejumlah sektor yang dapat dikembangkan, mulai dari pertanian, perkebunan, peternakan, pertambangan hingga pariwisata. Bahkan, beberapa komoditas dari kawasan transmigrasi, seperti durian Sigi, rajungan Maluku, pala Teluk Bintuni, dan lada Luwu Timur, telah menembus pasar ekspor.

Direktur Perekonomian Pondok Pesantren Sunan Drajat, Gus Anas Alhifni, menyambut positif peluang tersebut. Menurutnya, pesantren telah memiliki pengalaman mengembangkan berbagai unit usaha, mulai dari pertanian, pengolahan garam industri, ritel hingga pariwisata. Ia menegaskan, keberhasilan pengembangan usaha tidak hanya bergantung pada modal dan lahan, tetapi juga kualitas sumber daya manusia, ilmu pengetahuan, serta mental kemandirian santri.

Sementara itu, Kepala Dinas Tenaga Kerja Kabupaten Lamongan Mokhammad Zamroni mendorong santri memiliki etos kerja, inovasi, dan mental pantang menyerah agar mampu menghadapi persaingan ekonomi sekaligus memanfaatkan peluang usaha di kawasan transmigrasi.

"Harus menjadi petarung, punya komitmen dan tidak mudah putus asa. Persaingan sangat luar biasa. Kalau tidak memiliki etos kerja dan inovasi, komitmen kita akan tergilas,” katanya.

Direktur Perencanaan Teknis Pengembangan Ekonomi dan Pemberdayaan Masyarakat Transmigrasi, Andi Wijaya, menambahkan, pemerintah kini mengembangkan konsep 5T, yakni Trans Tuntas, Trans Lokal, Trans Patriot, Trans Karya Nusa, dan Trans Gotong Royong. Program tersebut diarahkan untuk membangun kawasan, memberdayakan masyarakat, serta menciptakan pusat pertumbuhan ekonomi baru.

Ketua Umum PP Pessandra Muhajirin berharap seminar tersebut menjadi awal kolaborasi antara pesantren, pemerintah, dan dunia usaha. Ia mendorong santri dan alumni Sunan Drajat tidak hanya menjadi pencari kerja, tetapi juga mampu menciptakan lapangan pekerjaan serta berkontribusi dalam pembangunan ekonomi di berbagai daerah melalui program transmigrasi.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....