Lamongan Optimalkan Mekanisasi Tebu, Dukung Swasembada Gula Nasional

  • 01 Okt 2026 18:47 WIB
  •  Tuban

RRI.CO.ID, Lamongan – Pemerintah Kabupaten Lamongan mengoptimalkan budidaya tebu melalui mekanisasi dan peremajaan tanaman guna meningkatkan produktivitas sekaligus menekan biaya produksi. Langkah ini menjadi bagian dari upaya mendukung target swasembada gula nasional.

Komitmen tersebut diwujudkan melalui penanaman perdana Program Bongkar Ratoon 2026 di lahan Gapoktan Sumber Mulyo Mutiara Abadi seluas 90 hektare, Desa Gampangsejati, Kecamatan Laren, Kamis 1 September 2026.

Bupati Lamongan Yuhronur Efendi mengatakan, program Bongkar Ratoon menjadi langkah strategis untuk meremajakan tanaman tebu yang sudah tua agar produktivitas dan hasil panen meningkat. Penerapan mekanisasi juga diharapkan dapat meringankan beban petani sekaligus menekan biaya budidaya.

“Mulai penanaman bibit ini akan menggunakan mekanisasi. Kita tunjukkan komitmen untuk program swasembada gula. Kita terus semangat dan kita kawal bersama,” ujarnya.

Pada 2026, target Bongkar Ratoon di Lamongan mencapai 1.385 hektare. Hingga saat ini, lahan yang telah teralokasikan mencapai 1.121,43 hektare, sehingga masih terbuka peluang penambahan sekitar 264 hektare. Berdasarkan data Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Lamongan, produksi tebu hingga September 2026 mencapai 1.519.314,75 kuintal, dengan produktivitas rata-rata 650 kuintal per hektare.

Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Lamongan, Mugito, mengatakan pengembangan tebu melalui bantuan pemerintah dan penerapan mekanisasi diharapkan mampu meningkatkan hasil produksi sekaligus kesejahteraan petani.

“Terima kasih kepada Kementerian Pertanian RI atas bantuan tebu untuk meningkatkan kesejahteraan petani. Dengan alat-alat ini kita bisa menekan biaya produksi dan meningkatkan hasil produksi secara lebih efektif,” kata Mugito.

Dalam penanaman perdana tersebut, petani menggunakan varietas Panjalu 1 dengan rendemen di atas 10 persen. Varietas unggul tersebut diharapkan memberikan nilai ekonomi lebih tinggi bagi petani.

Ketua Poktan Sumber Mulyo Mutiara Abadi, Septi Wahyu, menyambut positif program tersebut karena membantu meringankan biaya peremajaan tanaman. Menurutnya, penggunaan alat mekanisasi juga dapat menghemat tenaga kerja dan mempercepat proses penanaman. Ia optimistis pengembangan tebu di Lamongan semakin meningkat, terlebih daerah tersebut memiliki industri pengolahan gula yang dapat mendukung pemasaran hasil panen petani.

Melalui program Bongkar Ratoon dan mekanisasi, Pemkab Lamongan berharap produktivitas tebu terus meningkat, biaya produksi semakin efisien, serta kesejahteraan petani semakin baik sebagai bagian dari dukungan terhadap swasembada gula nasional.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....