Lamongan Dorong Swasembada Gula lewat Bongkar Ratoon Tebu

  • 18 Jun 2026 17:09 WIB
  •  Tuban

RRI.CO.ID, Lamongan - Pemerintah Kabupaten Lamongan kembali mendapat alokasi Program Bongkar Ratoon Tebu seluas 1.385 hektare pada 2026. Program dari Kementerian Pertanian tersebut menjadi salah satu upaya meningkatkan produktivitas tebu sekaligus mendukung target swasembada gula nasional.

Pelaksanaan program ditandai dengan panen tebu serentak se-Jawa Timur yang dipusatkan di Desa Mantup, Kecamatan Mantup, Kamis 18 Juni 2026. Kegiatan tersebut dihadiri Bupati Lamongan Yuhronur Efendi, jajaran perangkat daerah, serta petani tebu.

Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Kabupaten Lamongan, Mugito, mengatakan hingga saat ini pihaknya telah mengusulkan lahan seluas 940,18 hektare kepada Pemerintah Provinsi Jawa Timur dan Kementerian Pertanian untuk mendapatkan bantuan Program Bongkar Ratoon Tebu.

Artinya, masih tersedia kuota sekitar 444 hektare yang dapat dimanfaatkan petani tebu di Lamongan.

"Tahun ini Lamongan mendapatkan alokasi Program Bongkar Ratoon Tebu seluas 1.385 hektare. Sampai hari ini kami sudah mengirim usulan seluas 940,18 hektare. Masih ada sekitar 444 hektare yang bisa diusulkan," kata Mugito.

Ia menjelaskan, setiap hektare lahan akan mendapatkan bantuan berupa 60 ribu mata tunas serta dukungan biaya tenaga kerja sekitar Rp 4 juta per hektare. Bantuan tersebut diberikan untuk maksimal lima hektare lahan per petani.

Berdasarkan data Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Kabupaten Lamongan, produksi tebu pada 2025 mencapai 23.318 ton. Capaian itu menjadi salah satu kontribusi Lamongan dalam mendukung peningkatan produksi gula nasional.

Meski demikian, sejumlah petani menyampaikan sejumlah tantangan dalam pengembangan komoditas tebu. Salah satunya adalah harga jual tebu yang dinilai kurang kompetitif dibandingkan komoditas lain, khususnya jagung.

Selain persoalan harga, petani juga berharap adanya dukungan sarana dan prasarana pertanian yang lebih modern untuk meningkatkan rendemen tebu. Ketersediaan pupuk bersubsidi juga dinilai penting untuk menjaga produktivitas.

Menanggapi hal tersebut, Bupati Lamongan, Yuhronur Efendi, menegaskan komitmen pemerintah daerah untuk terus mendukung pengembangan sektor pergulaan melalui berbagai program pendukung.

"Kami akan mendorong dengan berbagai fasilitas yang ada dan berbagai kebutuhan untuk menyukseskan swasembada gula. Mari bersama-sama berkomitmen di wilayah masing-masing agar program swasembada gula dapat berjalan dengan baik dan menghasilkan produksi yang lebih optimal," ujar Yuhronur.

Melalui dukungan pemerintah pusat, pemerintah daerah, dan partisipasi petani, Lamongan diharapkan mampu meningkatkan luas tanam dan produktivitas tebu sebagai bagian dari upaya mewujudkan swasembada gula nasional..

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....