Lamongan Tetapkan Siaga Darurat Kekeringan, BPBD Siapkan Air Bersih

  • 15 Mei 2026 17:03 WIB
  •  Tuban

RRI.CO.ID, Lamongan - Pemerintah Kabupaten Lamongan menetapkan status Siaga Darurat Bencana Kekeringan sebagai langkah antisipasi menghadapi musim kemarau tahun 2026 yang diprediksi berlangsung cukup panjang.

Penetapan status siaga tersebut dilakukan berdasarkan prediksi Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), surat edaran Pemerintah Provinsi Jawa Timur, serta arahan BPBD Provinsi Jawa Timur agar daerah rawan kekeringan segera melakukan mitigasi dan kesiapsiagaan.

Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika (Kominfo) Lamongan, Sugeng Widodo mengatakan, musim kemarau di Lamongan diperkirakan mulai berlangsung secara bertahap sejak April 2026.

“Berdasarkan prediksi BMKG, terdapat tujuh kecamatan yang memasuki awal musim kemarau pada April dasarian II, yakni Kecamatan Babat, Modo, Kedungpring, Karanggeneng, Laren, Maduran dan Sekaran,” kata Sugeng Widodo, Jumat 15 Mei 2026.

Ia menjelaskan, Kecamatan Glagah mulai memasuki musim kemarau pada April dasarian III, sedangkan 19 kecamatan lainnya diprediksi mulai mengalami musim kemarau pada Mei dasarian I.

Menurut Sugeng, puncak musim kemarau diperkirakan terjadi pada Agustus 2026 sehingga Lamongan berpotensi mengalami kemarau panjang. Kondisi tersebut diperkuat hasil laporan kaji cepat Tim Reaksi Cepat (TRC) BPBD Lamongan.

“Dalam rangka kesiapsiagaan bencana kekeringan guna mengantisipasi dan meminimalisir dampak bencana, Bupati Lamongan menetapkan Siaga Bencana Kekeringan melalui Keputusan Bupati,” ujarnya.

Sebagai bentuk kesiapsiagaan, BPBD Lamongan telah melakukan berbagai langkah mitigasi dan koordinasi lintas sektor. Salah satunya dengan mengirim surat kepada organisasi perangkat daerah terkait, UPT Kehutanan, serta seluruh camat agar meningkatkan kewaspadaan menghadapi musim kemarau.

BPBD juga mengimbau masyarakat untuk melakukan penghematan air dan memanen air hujan guna memenuhi kebutuhan sehari-hari. Sementara untuk sektor pertanian, petani diminta menyesuaikan pola dan waktu tanam dengan kondisi iklim kering.

Selain itu, pemerintah daerah turut berkoordinasi dengan berbagai stakeholder untuk menyiapkan alternatif pemenuhan kebutuhan air bersih bagi masyarakat terdampak kekeringan.

“Para camat diminta mengaktifkan posko siaga bencana serta melaporkan setiap kejadian bencana maupun data masyarakat terdampak,” tuturnya.

BPBD Lamongan juga berkoordinasi dengan PDAM terkait kesiapan distribusi air bersih apabila sewaktu-waktu dibutuhkan masyarakat.

Untuk mendukung penanganan darurat, BPBD Lamongan menyiapkan lima unit armada truk tangki berkapasitas masing-masing 5.000 liter, cadangan air baku bersih sebanyak 150 rit truk tangki, serta perlengkapan lain seperti tandon terpal, terpal dan jerigen.

“Posko kesiapsiagaan bencana Kabupaten Lamongan selalu siaga melayani masyarakat. Laporan maupun informasi dapat disampaikan melalui WhatsApp 085330274834 atau email bpbd@lamongankab.go.id,” jelasnya.

BPBD Lamongan juga terus menjalin koordinasi dengan BPBD Provinsi Jawa Timur dan BNPB dalam upaya penanggulangan darurat bencana kekeringan.

Sebelumnya, BPBD Lamongan telah menyalurkan bantuan terpal ke Kecamatan Karangbinangun untuk kebutuhan bendungan sungai guna membantu pengairan sawah warga. Namun hingga kini distribusi air bersih belum dilakukan karena belum terdapat laporan wilayah terdampak kekeringan secara langsung.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....