Unisda Lamongan Dorong Mahasiswa Jadi Penggerak Perubahan

  • 21 Sep 2026 14:39 WIB
  •  Tuban

RRI.CO.ID, Lamongan – Universitas Islam Darul ‘Ulum (Unisda) Lamongan mendorong mahasiswa menjadi generasi intelektual yang mampu menjadi penggerak perubahan di tengah masyarakat. Pesan tersebut disampaikan dalam Kuliah Umum bertema “Menjadi Penggerak Perubahan: Memberdayakan Inovator Muda untuk Indonesia yang Cerdas, Berkelanjutan, dan Inklusif” di Gedung Sabudga Unisda Lamongan, Senin 21 September 2026.

Kuliah umum menghadirkan Direktur Pascasarjana UIN Kiai Haji Achmad Siddiq Jember, Prof. Dr. Moh Dahlan, sebagai pembicara utama. Kegiatan diikuti dosen, tenaga kependidikan dan mahasiswa dari berbagai fakultas, serta dihadiri Ketua Senat Unisda Prof. Dr. H. M. Afif Hasbullah dan Rektor Unisda Dr. Muhammad Hafidh Nashrullah.

Rektor Unisda mengatakan masa perkuliahan harus dimanfaatkan mahasiswa untuk membentuk kapasitas diri secara utuh. Mahasiswa tidak hanya dituntut mengejar gelar akademik, tetapi juga mengembangkan kemampuan, berorganisasi dan memberikan manfaat bagi masyarakat.

“Jadilah mahasiswa yang bermanfaat bagi diri sendiri dan masyarakat. Hiduplah dengan konsisten. Empat tahun ke depan saya berharap mahasiswa mampu menjaga konsistensi dalam belajar, berorganisasi, dan mengembangkan diri,” ujarnya.

Rektor juga mendorong mahasiswa tidak takut memperdalam ilmu pengetahuan. Menurutnya, penguasaan ilmu harus diarahkan untuk memberikan manfaat dan menjadi bagian dari pengabdian kepada masyarakat.

Sementara itu, Ketua Senat Unisda Prof. Afif Hasbullah menekankan pentingnya karakter dan kejujuran sebagai fondasi pribadi unggul. Ia mengingatkan mahasiswa untuk mampu mengelola diri melalui prinsip Planning, Organizing, Actuating, dan Controlling dalam merancang serta mengevaluasi masa depan. “Sebagaimana program studi berupaya meraih akreditasi unggul, mahasiswa juga harus menjadi pribadi yang unggul. Salah satu ciri utama pribadi unggul adalah kejujuran,” tuturnya.

Dalam sesi utama, Prof. Moh Dahlan membawakan materi “Membangun Generasi Intelektual Mukhlisin di Masa Kini.” Ia menjelaskan bahwa intelektual sejati tidak cukup hanya memiliki pengetahuan, tetapi juga harus memiliki kejujuran, kedalaman ilmu, kemampuan memberikan manfaat serta keikhlasan dalam pengabdian.

“Sarjana bukan hanya orang yang memiliki ijazah. Sarjana adalah mereka yang mampu membaca keadaan, memahami kebutuhan masyarakat, dan menerapkan ilmunya untuk kemaslahatan umat,” ujarnya.

Ia juga mendorong mahasiswa menghayati proses perkuliahan dengan mengembangkan kreativitas, kemampuan berkolaborasi dan komunikasi. Ketiga kemampuan tersebut dinilai penting agar generasi muda mampu menghadapi perubahan sekaligus menghadirkan solusi bagi persoalan masyarakat.

Kuliah umum tersebut sekaligus menegaskan komitmen Unisda Lamongan dalam membangun generasi muda yang unggul secara akademik, berkarakter, berlandaskan nilai Ahlussunnah wal Jamaah An-Nahdliyah, serta memiliki semangat pengabdian. Mahasiswa diharapkan mampu menjadi intelektual yang tidak hanya cakap secara keilmuan, tetapi juga memberi manfaat bagi masyarakat, bangsa dan negara.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....