Bupati Lamongan Dorong Maba INSA Jadi Generasi Religius dan Berdaya Saing

  • 09 Sep 2026 17:52 WIB
  •  Tuban

RRI.CO.ID, Lamongan - Bupati Lamongan Yuhronur Efendi mendorong mahasiswa baru Institut Agama Islam Sabilillah (INSA) Lamongan untuk menjadi generasi religius, berjiwa entrepreneur, dan memiliki daya saing. Pesan tersebut disampaikan saat memberikan kuliah umum dalam rangka Pengenalan Budaya Akademik bagi mahasiswa baru INSA Lamongan, Rabu 9 September 2026.

Kuliah umum mengangkat tema “Membangun Generasi Religius, Berjiwa Entrepreneur dan Berdaya Saing”. Bupati yang akrab disapa Pak Yes itu menekankan pentingnya mahasiswa mempersiapkan diri menghadapi perubahan zaman yang berlangsung semakin cepat.

Menurut Yuhronur, Lamongan memiliki potensi besar untuk berkembang. Namun, potensi tersebut harus didukung sumber daya manusia yang memiliki pengetahuan, keterampilan, serta kemampuan beradaptasi dengan berbagai perubahan.

“Kita sesungguhnya punya potensi besar untuk Lamongan ini terhadap masa depan yang akan kita hadapi. Namun demikian, kita memerlukan skill, pengetahuan, dan keterampilan dalam rangka untuk terus beradaptasi dan meningkatkan daya saing,” ujarnya.

Bupati mengatakan, perguruan tinggi memiliki peran strategis dalam menyiapkan generasi muda agar mampu menjawab tantangan masa depan. Karena itu, keberadaan INSA Lamongan diharapkan menjadi ruang bagi mahasiswa untuk mengembangkan pengetahuan, karakter, dan kompetensi sebelum terjun ke masyarakat.

Ia juga mengapresiasi Yayasan Sabilillah yang turut berkontribusi dalam pengembangan pendidikan di Kabupaten Lamongan. Menurutnya, bertambahnya perguruan tinggi di suatu daerah dapat memberikan dampak positif terhadap perkembangan daerah tersebut.

“Karena kita buktikan bahwa dengan semakin banyaknya kampus di suatu daerah juga berkorelasi terhadap kemajuan sebuah daerah tersebut,” katanya.

Yuhronur juga menilai sejumlah program studi yang dikembangkan INSA Lamongan memiliki relevansi dengan kebutuhan masyarakat. Di antaranya bidang ketahanan keluarga dan ekonomi syariah yang dinilai memiliki peluang besar untuk dikembangkan di tengah perubahan sosial dan ekonomi masyarakat.

“Fakultas-fakultas ini sangat cocok sekali dengan pembentukan karakter dan peningkatan daya saing. Ada ketahanan keluarga, ada juga ekonomi syariah yang tentu ini sesuai dengan apa yang menjadi potensi dan tantangan masyarakat Lamongan ke depan,” ucapnya.

Pemberian baksos kepada tukang becak yang ada di Lamongan (Foto: RRI/Reggie)

Sementara itu, Ketua Yayasan Sabilillah Lamongan, H. Ongki Wijaya Ismail Putra, menyampaikan hingga saat ini sekitar 300 mahasiswa telah mendaftar di INSA Lamongan. Jumlah tersebut dinilai telah sesuai dengan kapasitas maksimal yang ditargetkan pada tahun pertama.

Ongki menegaskan, kampus tidak ingin hanya menjadi tempat mahasiswa menjalani rutinitas perkuliahan. Kualitas pendidikan, integritas, dan kejujuran menjadi prinsip utama yang ingin ditanamkan kepada seluruh civitas akademika.

“Yang kami tekankan adalah satu, kualitas. Yang kedua, integritas dan kejujuran. Sehingga yang kami harapkan nantinya, baik jalannya perkuliahan, tenaga pendidik maupun mahasiswa dalam menjalani perkuliahan bisa dengan semaksimal mungkin,” ujarnya.

Ia mengatakan, pendidikan di INSA tidak hanya diarahkan pada penguasaan ilmu agama dan akademik, tetapi juga pembentukan jiwa entrepreneurship serta kepedulian terhadap kesejahteraan masyarakat. Hal tersebut sejalan dengan moto Sabilillah, yakni religius dan entrepreneurship.

“Kami membangun universitas ini tidak hanya nantinya membekali mahasiswa dengan ilmu agama, tetapi kami juga mendasari para mahasiswa kita dengan kegiatan-kegiatan yang mengarah kepada kesejahteraan masyarakat,” katanya.

Ongki berharap lulusan INSA Lamongan nantinya tidak hanya berdaya secara akademis, tetapi juga mampu menjadi penggerak perubahan dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat. Yayasan Sabilillah berkomitmen melanjutkan kegiatan pendidikan dan syiar ilmu sebagai bagian dari upaya meningkatkan kualitas sumber daya manusia di Lamongan.

“Harapan ke depan kami sederhana. Insya Allah kami akan terus-menerus melakukan kegiatan-kegiatan syiar ilmu, kegiatan-kegiatan pendidikan yang nantinya kami harapkan menjadi pelita pencerah bagi masyarakat Lamongan,” tutur Ongki.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....