Parade Kebangsaan, Keharmonisan Antar Etnis di Lamongan
- 07 Sep 2026 05:11 WIB
- Tuban
RRI.CO.ID, Lamongan - Kenakan busana batik khas Lamongan berpadu sentuhan budaya Jawa Timur, Roro Putri Titian tampil membawa pesan kebanggaan terhadap warisan budaya Indonesia. Hal tersebut ia tunjukkan saat melenggang anggun dalam Parade Kebangsaan di Alun-alun Kabupaten Lamongan, Sabtu malam 5 September 2026.
Mewakili etnis Jawa, Putri tampil mengenakan busana batik khas Lamongan yang dipadukan dengan aksen kebudayaan Jawa Timur. Penampilannya di atas panggung mendapat sambutan meriah dari masyarakat yang memadati kawasan Alun-alun Lamongan.
Putri mengatakan, busana yang dikenakannya tidak hanya menonjolkan keindahan kain tradisional, tetapi juga menjadi perpaduan sejumlah unsur budaya Jawa Timur. Busana tersebut dilengkapi kain tenun dan manik-manik yang dikerjakan langsung oleh para pengrajin di Jawa Timur.
“Ini pakai busana batik khas Lamongan, paduannya khas Jawa Timur. Perpaduan antara kain tenun dan manik-manik yang dijahit langsung oleh pengrajin yang ada di Jawa Timur,” ujarnya.
Menurutnya, kesempatan mengenakan busana daerah dalam sebuah panggung besar menjadi pengalaman yang membanggakan. Lebih dari sekadar tampil, momen tersebut menjadi bagian dari upaya generasi muda untuk ikut menjaga warisan budaya Indonesia.
“Tentunya bangga karena ini adalah batik warisan budaya. Aku sebagai generasi muda merasa bisa melestarikan warisan budaya yang ada di Indonesia,” katanya.
Putri mengaku sempat merasakan gugup sebelum tampil di hadapan masyarakat. Namun, rasa gugup tersebut perlahan menghilang setelah dirinya berusaha menikmati setiap proses penampilan.
“Untuk nervous sih yang penting dibawa enjoy aja, santai, percaya diri. Pasti penampilan bagus dan nervous-nya hilang,” tuturnya.
Ia juga mengajak generasi muda untuk tidak malu menunjukkan identitas budaya Indonesia. Menurutnya, keberagaman etnis, suku, dan budaya merupakan kekayaan bangsa yang harus dikenalkan dan dirawat sejak dini.
“Pesan untuk generasi muda, mari kita melestarikan budaya yang ada di Indonesia. Karena Indonesia ini memiliki keberagaman etnis, budaya, dan suku. Tentunya kita sebagai generasi muda harus melestarikannya sejak dini,” jelasnya.
Penampilan Putri menjadi bagian dari Parade Kebangsaan yang digelar sebagai penutup rangkaian peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia di Kabupaten Lamongan.
Parade tersebut tidak hanya menghadirkan budaya Jawa. Berbagai etnis Nusantara turut tampil, di antaranya Batak, Nias, Minangkabau, Tionghoa, Sunda, Madura, Bali, Nusa Tenggara Timur hingga Makassar.
Keberagaman itu menjadi gambaran nyata semangat Bhinneka Tunggal Ika sekaligus keharmonisan masyarakat Lamongan yang hidup berdampingan dengan berbagai latar belakang budaya.

Bupati Lamongan Yuhronur Efendi mengapresiasi semangat kebersamaan dan persaudaraan yang ditunjukkan seluruh peserta Parade Kebangsaan.
“Bhinneka Tunggal Ika yang menunjukkan berbagai etnis yang ada di Kabupaten Lamongan ini terus bersatu, bersama dalam satu kesatuan. Mari momen ini terus kita implementasikan dengan saling bergandeng tangan, penuh kebersamaan dalam mewujudkan kejayaan Lamongan yang berkelanjutan,” kata Yuhronur.
Sementara itu, Ketua Forum Pembauran Kebangsaan (FPK) Kabupaten Lamongan, Sudjito, menegaskan Parade Kebangsaan bukan sekadar karnaval. Kegiatan tersebut menjadi ruang bagi masyarakat dari berbagai etnis untuk mengekspresikan identitas budaya sekaligus memperkuat persatuan.
“Berbagai etnis di Indonesia mengitari Alun-alun Lamongan. Ini bukan sekadar karnaval, tapi ekspresi real insan-insan Lamongan yang berasal dari berbagai etnis dengan kebanggaan adat dan budayanya,” ujar Sudjito.
Melalui Parade Kebangsaan, keberagaman tidak berhenti pada tampilan busana dan kesenian. Lebih dari itu, parade menjadi pesan bahwa perbedaan dapat menjadi kekuatan ketika dirawat dengan semangat persaudaraan, toleransi, dan persatuan.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....