Hadapi Musim Kemarau, Pemkab Lamongan Perkuat Infrastruktur Pengairan
- 01 Sep 2026 16:01 WIB
- Tuban
RRI.CO.ID, Lamongan - Pemerintah Kabupaten Lamongan terus mematangkan langkah menghadapi musim kemarau dengan memperkuat sistem pengairan dan ketersediaan air, baik untuk kebutuhan masyarakat maupun sektor pertanian.
Bupati Lamongan Yuhronur Efendi mengatakan, persiapan menghadapi musim kemarau dilakukan dengan memperbaiki sistem dan jaringan irigasi yang sudah ada. Pemkab juga terus mendorong penambahan waduk dan embung di desa-desa sebagai bagian dari upaya menjaga ketersediaan air.
"Intinya memperbaiki sistem dan jaringan irigasi yang sudah ada ini terus diperbaiki dan semakin memperbanyak waduk-waduk, embung-embung yang ada di desa-desa," ujarnya, Selasa 1 September 2026.
Menurutnya, keberadaan infrastruktur penampungan air tidak hanya ditujukan untuk memenuhi kebutuhan air bersih masyarakat, tetapi juga mendukung kebutuhan air untuk persawahan dan pertanian.
Yuhronur menjelaskan, dari lebih dari 300 ribu rumah tangga di Lamongan, layanan Perusahaan Umum Daerah Air Minum (PDAM) saat ini baru mampu menjangkau sekitar 25 persen. Karena itu, Pemkab terus mencari alternatif penyediaan air melalui Himpunan Penduduk Pemakai Air Minum (HIPPAM) desa maupun sumber penyedia air lainnya.
"Pengairan ini juga terus memperbanyak embung-embung, waduk-waduk, saluran irigasi, sehingga tidak hanya untuk air bersih bagi kebutuhan masyarakat, tetapi juga untuk kebutuhan persawahan dan pertanian," katanya.
Selain memperkuat infrastruktur, Pemkab Lamongan bersama Dinas Sumber Daya Air, Bina Konstruksi dan Bina Marga (SDABK) juga menyiapkan bantuan pompa untuk mengantisipasi dampak kekeringan terhadap lahan pertanian.
Sebanyak 110 unit pompa telah disiapkan untuk dibagikan kepada wilayah yang membutuhkan. Bantuan tersebut diprioritaskan untuk menyelamatkan lahan pertanian yang masih dalam proses produksi dan belum memasuki masa panen.
"Saat ini kami juga sudah menyediakan pompa-pompa yang akan dibagikan. Insyaallah hari ini sudah datang, ada 110 pompa yang akan diberikan," jelasnya.
Bantuan pompa tersebut diharapkan mampu membantu petani memenuhi kebutuhan air hingga tanaman yang masih berada di lahan dapat dipertahankan dan dipanen.
Di sisi lain, infrastruktur pengairan juga disiapkan untuk menghadapi musim tanam berikutnya. Langkah ini menjadi bagian dari strategi Pemkab Lamongan agar kondisi kemarau tidak mengganggu keberlanjutan produksi pertanian.
"Ini kita fokus untuk menyelamatkan area-area yang belum panen supaya bisa selamat sampai bisa panen, dan juga untuk persiapan musim tanam berikutnya kita juga menyiapkan infrastruktur untuk itu," tuturnya.
Pemkab Lamongan memastikan koordinasi bersama Dinas SDABK dan pihak terkait terus dilakukan agar distribusi air dapat berjalan optimal selama musim kemarau, sekaligus menjaga ketersediaan air untuk kebutuhan masyarakat dan pertanian.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....