Megpreneur 2026 Resmi Ditutup, Dorong Wirausaha Muda Lamongan Naik Kelas
- 29 Agt 2026 13:00 WIB
- Tuban
RRI.CO.ID, Lamongan - Program inkubasi bisnis Megpreneur (Megilan Preneur) 2026 resmi ditutup setelah melewati rangkaian tahapan pendaftaran, penjaringan, hingga sesi offline selama tiga hari. Penutupan Megpreneur 2026 dilakukan Bupati Lamongan Yuhronur Efendi di Halaman Gedung Pemkab Lamongan, Jumat malam 28 Agustus 2026. Sebanyak 319 peserta dengan 184 bisnis terdaftar mengikuti proses seleksi hingga terpilih 200 peserta untuk menjalani offline session yang berlangsung sejak 26 Agustus 2026.
Berbagai ide dan inovasi bisnis dikembangkan dalam program tersebut. Bidangnya meliputi makanan dan minuman (F&B), layanan jasa, teknologi dan aplikasi, hingga segmen Agripreneur yang mencakup sektor pertanian, peternakan, perikanan, dan agroindustri. Ia mendorong para peserta, khususnya para pemenang Megpreneur 2026, terus menghasilkan produk inovatif dan mampu membaca peluang pasar yang berkembang.
Anggota Komisi VI DPR RI Ahmad Labib mengatakan, peluang pengembangan bisnis ke depan semakin terbuka seiring bonus demografi yang diperkirakan mencapai puncaknya pada 2030 dan tahun-tahun berikutnya. “Masa depan teknologi masih panjang, ini peluang kita. 2030 ke atas merupakan puncak demografi, harus kita tangkap. Produk apa saja bisa kita pasarkan,” ujarnya.
Bupati Lamongan Yuhronur Efendi mengapresiasi seluruh pihak yang telah mendukung pelaksanaan Megpreneur 2026. Menurutnya, program inkubasi bisnis berkelanjutan tersebut menjadi bagian dari upaya menyiapkan generasi muda menjadi pengusaha yang tangguh dan berdaya saing.
“Alhamdulillah dalam waktu tiga hari ini acaranya dapat terselenggara dengan sukses. Terima kasih kepada seluruh tim yang mensupport acara. Kita yakin dengan adanya generasi muda yang penuh bakat ini nantinya akan menjadi pengusaha sukses,” katanya.
Dalam kesempatan tersebut, Pak Yes sapaan akrabnya juga menyerahkan sertifikat Badan Nasional Sertifikasi Profesi (BNSP) kepada 10 inovasi bisnis terpilih. Para pemenang juga berkesempatan mengikuti studi karya ke sejumlah perusahaan di Jakarta bersama Ahmad Labib, termasuk mengunjungi mitra sponsor TikTok.
Penutupan Megpreneur 2026 turut dimeriahkan dengan bazar produk peserta, Stand Up Comedy Lamongan, klinik perizinan UMKM, serta content creator competition. Selama mengikuti sesi offline, peserta mendapatkan pendampingan intensif dari mentor berpengalaman, akses pasar melalui jaringan yang lebih luas, penguatan inovasi dan keberlanjutan usaha, hingga akses pembiayaan investasi dengan total nilai Rp120 juta.
Pemkab Lamongan juga terus memperkuat pengembangan UMKM melalui kolaborasi dengan berbagai pihak, salah satunya TikTok. Kolaborasi tersebut diharapkan mampu memperluas jangkauan karya dan inovasi peserta sekaligus membuka peluang bagi produk lokal untuk berkembang menjadi bisnis yang berkelanjutan dan berdaya saing global.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....