IRT Bojonegoro Sulap Sampah Plastik Menjadi Kerajinan Bernilai Ekonomi
- 23 Agt 2026 19:17 WIB
- Tuban
RRI.CO.ID, Bojonegoro - Persoalan sampah plastik di tingkat desa berhasil disulap menjadi peluang kreatif yang bernilai ekonomi sekaligus sosial. Di Desa Semenkidul, Kecamatan Sukosewu, Kabupaten Bojonegoro, sekelompok warga yang tergabung dalam komunitas MAPAK (Emak-emak Berdampak) membuktikan bahwa limbah rumah tangga dapat diubah menjadi barang berguna dan penuh estetika.
Gerakan inspiratif ini berpusat di kediaman Insiyah, Ketua RT 07 sekaligus Koordinator Komunitas Arisan Sampah MAPAK. Teras rumahnya kini tampak unik dan asri karena dipenuhi berbagai kerajinan tangan hasil daur ulang.
Galon air mineral bekas yang tadinya tidak bernilai disulap sedemikian rupa menjadi pot tanaman berbentuk angsa, sapi, beruang, kelinci, hingga ragam bentuk bunga yang cantik. Diketahui, Komunitas MAPAK resmi berdiri pada Mei 2025.
Aktivitas ini bermula dari kebiasaan rutin para anggota dalam memilah sampah rumah tangga. Seiring berjalannya waktu, antusiasme warga melonjak drastis. Jika awalnya hanya digawangi oleh 16 orang, kini keanggotaannya telah berkembang pesat hingga mencapai sekitar 35 orang, termasuk melibatkan unsur pimpinan Muslimat setempat.
Secara berkala, para anggota menyetorkan sampah yang telah dikumpulkan setiap tanggal 13 setiap bulannya. Sampah plastik yang masih layak dipilah untuk didaur ulang, dijual, atau diubah menjadi kerajinan tangan.
Menariknya, hasil penjualan sampah tidak hanya dinikmati secara mandiri, melainkan turut disisihkan untuk kegiatan sosial. "Alhamdulillah, kita bisa bersedekah dari hasil penjualan sampah plastik," ujar Insiyah, Minggu 23 Agustus 2026.
Gerakan mandiri ini mendapat sambutan hangat dari berbagai pihak, mulai dari pemerintah desa, kecamatan, hingga tingkat kabupaten. Kepedulian aparat setempat terlihat nyata, seperti saat aksi bersih-bersih bersama usai pelaksanaan Car Free Day (CFD), di mana jajaran kecamatan turut turun tangan memunguti sampah bersama warga.
Apresiasi tertinggi turut datang dari Ketua TP PKK Kabupaten Bojonegoro, Cantika Wahono. Ia menilai program MAPAK merupakan model ideal pengelolaan sampah berbasis masyarakat yang terstruktur dan layak ditiru oleh daerah lain.
"Semoga makin banyak masyarakat yang meniru karena ini contoh yang bagus. Pengelolaan sampahnya sudah terstruktur. Ini juga merupakan bagian dari program Pokja II TP PKK Kabupaten," puji Cantika.
Lebih lanjut, ia mengingatkan bahwa kunci utama kebersihan lingkungan berawal dari kesadaran individu untuk membiasakan diri membuang dan memilah sampah pada tempatnya. "Langkah ini merupakan sebuah pembiasaan yang cukup baik. Semoga bisa memberikan inspirasi kepada masyarakat di desa lain," ucapnya.
Apa yang dilakukan oleh Komunitas MAPAK di Desa Semenkidul memberikan pesan kuat bahwa persoalan sampah dapat diatasi melalui kolaborasi dan kreativitas. Melalui langkah sederhana dari pekarangan rumah, sampah plastik berhasil direduksi, mendatangkan nilai ekonomis, memperkuat kepedulian sosial, serta merajut kembali semangat gotong royong di tengah masyarakat.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....