BPBD Lamongan Salurkan Air Bersih untuk 3.095 KK Terdampak Kekeringan

  • 20 Agt 2026 18:57 WIB
  •  Tuban

RRI.CO.ID, Lamongan - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Lamongan terus bergerak mengantisipasi dampak kekeringan yang melanda sejumlah wilayah, sebanyak 3.095 kepala keluarga (KK) telah menerima bantuan air bersih.

Distribusi air bersih tersebut telah menjangkau 9 kecamatan, 15 desa, dan 22 dusun. Penyaluran dilakukan secara bertahap berdasarkan hasil pemantauan di lapangan, laporan masyarakat, serta permintaan dari wilayah yang mengalami keterbatasan air.

Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika (Kominfo) Kabupaten Lamongan, Sugeng Widodo, mengatakan BPBD Lamongan menyiapkan lima armada truk tangki untuk mendukung proses distribusi. “Untuk mendukung distribusi tersebut, BPBD Lamongan menyiapkan lima armada truk tangki. Selain itu, disiapkan pula logistik pendukung berupa tandon air, terpal, dan jerigen untuk membantu memenuhi kebutuhan air bersih masyarakat terdampak,” katanya, Kamis 20 Agustus 2026

Sementara itu, berdasarkan pemetaan terbaru BPBD Lamongan, terdapat 91 desa yang tersebar di 15 kecamatan dan 168 dusun yang berpotensi terdampak kekeringan. Dari jumlah tersebut, sebanyak 44 desa masuk kategori kritis dan 47 desa masuk kategori langka air.

Menurut Sugeng, pemetaan tersebut menjadi dasar pemerintah daerah dalam menentukan prioritas penanganan, memantau kondisi wilayah, serta menyusun langkah mitigasi dan kesiapsiagaan menghadapi dampak kekeringan.

“Pemetaan tersebut menjadi dasar bagi BPBD Lamongan dalam menentukan prioritas penanganan, pemantauan kondisi wilayah, serta penyusunan langkah mitigasi dan kesiapsiagaan dalam menghadapi dampak kekeringan,” ujarnya.

BPBD Lamongan juga memastikan pemantauan kondisi wilayah terus dilakukan. Penyaluran air bersih akan dilanjutkan secara bertahap sesuai kebutuhan masyarakat di wilayah yang mengalami keterbatasan pasokan air. Selain distribusi air, BPBD mengaktifkan Posko Siaga Kekeringan dan Pusdalops. Keduanya menjadi pusat pemantauan, koordinasi, penerimaan informasi, sekaligus penanganan kejadian kekeringan di wilayah Kabupaten Lamongan.

Sugeng menambahkan, pemerintah daerah telah menyiapkan sejumlah langkah untuk mengantisipasi dampak kekeringan, termasuk memastikan distribusi air bersih bagi masyarakat yang mengalami keterbatasan pasokan. “Desa bisa mengajukan permohonan air bersih ke BPBD Lamongan melalui pemerintah kecamatan,” tuturnya.

Pemkab Lamongan juga telah melakukan berbagai langkah antisipasi menghadapi puncak musim kemarau yang diperkirakan berlangsung pada Agustus 2026. Masyarakat diimbau untuk menggunakan air secara bijak dan menghemat pemakaian air dalam memenuhi kebutuhan sehari-hari.

“Dropping air bersih dilakukan secara bertahap berdasarkan hasil pemantauan, laporan, dan permintaan dari wilayah terdampak,” jelasnya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....