HUT RI di Lamongan, Warga Bentangkan Bendera Merah Putih Sepanjang Bendungan
- 17 Agt 2026 17:38 WIB
- Tuban
RRI.CO.ID, Lamongan - Semangat kemerdekaan terasa berbeda di kawasan Bendung Gerak Babat, Kabupaten Lamongan, Jawa Timur, Senin 17 Agustus 2026. Puluhan pemuda dan warga Desa Kendal, Kecamatan Sekaran, bergotong royong membentangkan bendera Merah Putih sepanjang 180 meter di atas konstruksi bendung.
Pembentangan bendera raksasa tersebut menjadi bagian dari peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia sekaligus bentuk rasa syukur masyarakat atas keberadaan Sungai Bengawan Solo yang selama ini menjadi sumber kehidupan bagi warga sekitar.
Kepala Desa Kendal, Rois Purwonugroho mengatakan Sungai Bengawan Solo memiliki peran strategis bagi masyarakat, terutama para petani. Keberadaan Bendung Gerak Babat membuat pengaturan debit air menjadi lebih terukur sehingga kebutuhan pertanian dapat lebih terjamin.
“Sungai Bengawan Solo ini objek vital bagi petani dan penduduk setempat. Dengan adanya Bendung Gerak Babat, pengendalian debit air menjadi lebih teratur dan sangat memudahkan warga serta petani,” ujarnya.
Menurutnya, sebelum adanya Bendung Gerak Babat, petani di kawasan hilir menghadapi persoalan ketidakpastian pasokan air. Saat kemarau, lahan pertanian rawan kekeringan, sedangkan pada musim hujan debit air yang tinggi berpotensi menyebabkan banjir dan merusak tanaman.
Dengan pengaturan debit air yang lebih baik, kondisi tersebut dapat ditekan. Petani juga memiliki kepastian dalam menentukan pola dan masa tanam sehingga produktivitas pertanian dapat lebih terjaga.
“Dengan pasokan air yang teratur, usaha tani menjadi jauh lebih stabil dan terprediksi. Petani bisa merencanakan masa tanam dengan lebih pasti,” katanya.
Sementara itu, Kepala UPT Pengelolaan Sumber Daya Air (PSDA) Bengawan Solo di Bojonegoro, Tri Suryani, mengatakan kegiatan tersebut menjadi momen istimewa karena untuk pertama kalinya upacara kemerdekaan dan pembentangan bendera raksasa digelar di lokasi Bendung Gerak Babat.
“Ini baru pertama kali kita lakukan di lokasi Bendung Gerak Babat. Tujuannya untuk menanamkan semangat dan jiwa patriotisme bagi ASN di bawah PU SDA dan warga sekitar,” tuturnya.
Ia menjelaskan, Bendung Gerak Babat memiliki fungsi strategis dalam mendukung ketersediaan air, baik untuk kebutuhan pertanian maupun kebutuhan domestik dan air bersih masyarakat di Lamongan, Bojonegoro, dan wilayah sekitarnya.
Karena itu, menurut Tri, keberadaan bendung dan kelestarian Sungai Bengawan Solo perlu dijaga bersama. Masyarakat memiliki peran penting dalam memastikan infrastruktur pengairan tetap berfungsi dan lingkungan sungai tetap terpelihara.
Tri menilai pembentangan bendera Merah Putih sepanjang 180 meter tersebut bukan hanya simbol perayaan kemerdekaan. Kegiatan itu juga menjadi pesan bahwa menjaga infrastruktur pengairan dan kelestarian sungai merupakan bagian dari upaya menjaga ketahanan pangan nasional.
“Kami ingin menggugah kesadaran bersama bahwa menjaga infrastruktur pengairan dan melestarikan sungai adalah bagian dari aksi nyata membela negara. Ketika pasokan air terjamin, sektor pertanian tumbuh subur dan produktivitas pangan meningkat,” katanya.
Momentum HUT ke-81 Kemerdekaan RI di Bendung Gerak Babat pun menjadi perpaduan antara semangat nasionalisme, gotong royong, dan kepedulian masyarakat terhadap sumber daya air. Bendera Merah Putih yang membentang di atas bendung menjadi simbol harapan agar keberadaan Sungai Bengawan Solo terus memberi manfaat bagi generasi mendatang.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....