Kebakaran Diduga akibat Pembakaran Sampah di Lamongan Hanguskan Belasan Lapak

  • 08 Agt 2026 22:26 WIB
  •  Tuban

RRI.CO.ID, Lamongan - Kebakaran melanda kawasan warung dan lapak yang berada dekat permukiman warga di Dusun Lengkong, Kelurahan Babat, Kecamatan Babat, Kabupaten Lamongan, Jawa Timur, Sabtu sore 8 Agustus 2026. Api membesar dan dengan cepat merembet ke sejumlah bangunan di sekitar lokasi.

Saksi mata, Rizki, mengatakan kobaran Si Jago Merah mulai terlihat membubung sekitar pukul 16.00 WIB. Api diduga bermula dari aktivitas pembakaran sampah di sekitar lokasi yang kemudian merembet ke lapak penjual tabung LPG. "Saya lihat tadi ada yang bakar-bakar sampah, kemudian merembet ke toko penjual LPG," ujarnya.

Kondisi semakin mengkhawatirkan karena pangkalan LPG tersebut disebut baru menerima pasokan atau dropping sebanyak 40 tabung pada sore hari. Tidak lama setelah api membesar, warga juga dikejutkan dengan suara dentuman keras yang diduga berasal dari tabung LPG. "Sempat terdengar suara ledakan LPG," tutur Rizki.

Api semakin cepat membesar lantaran sebagian besar bangunan lapak di kawasan tersebut menggunakan material kayu yang mudah terbakar. Kobaran api kemudian menjalar dari satu bangunan ke bangunan lainnya hingga sedikitnya 10 unit lapak atau toko milik warga ikut terdampak dan terbakar.

Selain menghanguskan sejumlah tempat usaha, dua unit sepeda motor milik tukang ojek yang terparkir di sekitar pangkalan LPG juga tidak sempat diselamatkan. Kedua kendaraan tersebut ikut terbakar dalam peristiwa yang membuat warga panik tersebut.

Petugas pemadam kebakaran tiba di lokasi sekitar pukul 17.00 WIB. Sebanyak tujuh unit mobil pemadam kebakaran dikerahkan untuk memadamkan api sekaligus mengantisipasi agar kobaran tidak meluas ke permukiman warga yang berada di sekitar lokasi.

Proses pemadaman kebakaran juga berdampak terhadap arus lalu lintas. Jalur kendaraan dari arah Tuban menuju Surabaya maupun sebaliknya mengalami kemacetan panjang karena banyak warga yang berhenti untuk melihat proses pemadaman.

Api kemudian dengan cepat menjalar lantaran mayoritas bangunan lapak dan kios terbuat dari kayu. Cuaca panas ditambah hembusan angin kencang membuat kobaran api semakin sulit dikendalikan. Api bahkan merembet ke lapak pedagang kaki lima yang berada di bawah jembatan.

Berdasarkan keterangan Kapolsek Babat, Kompol Chakim Amrullah, kebakaran terjadi di dua titik, yakni kawasan kios di atas jembatan dan lapak yang berada di bawah jembatan. Di bagian atas terdapat sekitar 11 kios, sementara di bawah jembatan terdapat sekitar 13 kios yang terdampak kebakaran. "Ada dua titik yang terbakar, di atas jembatan dan di bawah. Di atas ada 11 kios dan di bawah sekitar 13 kios. Penyebab masih dalam penyelidikan," kata Kompol Chakim Amrullah.

Petugas pemadam kebakaran mengerahkan sejumlah armada untuk menjinakkan kobaran api sekaligus melakukan pembasahan. Api baru berhasil dijinakkan sekitar pukul 18.00 WIB setelah petugas berjibaku mencegah api agar tidak semakin meluas ke kawasan permukiman warga.

Hingga malam hari, petugas masih melakukan pembasahan di sejumlah titik. Langkah tersebut dilakukan untuk memastikan tidak ada bara api yang tersisa dan berpotensi kembali memicu kebakaran.

Proses pemadaman juga sempat terkendala kondisi kabel listrik yang semrawut di sekitar lokasi. Demi keamanan petugas, aliran listrik di kawasan kebakaran kemudian dipadamkan. Sebelumnya, beberapa kali petugas pemadam dilaporkan terkena aliran listrik saat berupaya menjinakkan api.

Selain puluhan kios, lapak dan warung yang terbakar, dua unit sepeda motor yang berada di sekitar lokasi juga ikut ludes terbakar. Beruntung, tidak ada korban jiwa maupun korban luka dalam peristiwa tersebut. "Tidak ada korban jiwa, hanya korban materiil. Anggota kami masih mendata di lapangan," tuturnya.

Sementara itu, akibat kebakaran tersebut, arus lalu lintas di jalur utama dari arah Tuban menuju Surabaya maupun sebaliknya sempat mengalami kemacetan panjang. Banyak pengendara memperlambat laju kendaraan karena proses pemadaman berlangsung di kawasan yang berada dekat jalur utama.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....