Harga Gabah di Lamongan Tembus Rp8.400 per Kilogram, Petani Bersuka Cita

  • 04 Agt 2026 19:41 WIB
  •  Tuban

RRI.CO.ID, Lamongan - Petani di Lamongan tepatnya di Desa Tambakboyo Kecamatan Tikung sedang sumringah sebab kini harga gabah mencapai titik tertinggi hingga Rp8.400 per kilogram. Kenaikan harga tersebut disambut positif petani karena dinilai mampu meningkatkan pendapatan dan kesejahteraan mereka. Harga gabah saat ini tercatat jauh di atas Harga Acuan Pemerintah (HAP) yang ditetapkan sebesar Rp6.500 per kilogram. Kondisi tersebut membuat petani dapat menikmati hasil panen dengan harga yang lebih menguntungkan.

Petani asal Desa Tambakboyo, Kecamatan Tikung, Kabupaten Lamongan, Aji Istiawan, mengatakan harga gabah terus mengalami peningkatan dibandingkan musim tanam sebelumnya. "Musim tanam pertama kemarin rata-rata laku di harga Rp7.100 per kilo, musim tanam kedua ini syukur bisa Rp8.400 per kilo. Syukur dengan harga ini petani bisa diuntungkan," ujarnya, Selasa 4 Agustus 2026.

Menurutnya, peningkatan harga gabah memberikan dampak langsung terhadap kondisi ekonomi petani. Terlebih, saat ini petani juga merasa terbantu dengan berbagai kebijakan pemerintah, terutama terkait harga dan ketersediaan pupuk. "Kami merasa lebih diperhatikan sekarang, terutama pupuk harganya bisa lebih murah dan mudah didapatkan," katanya.

Aji memperkirakan tingginya harga gabah saat ini dipengaruhi sejumlah faktor, salah satunya kondisi cuaca dan waktu panen yang tidak berlangsung serentak di seluruh wilayah Kabupaten Lamongan. "Kalau faktornya bisa mahal, bisa jadi karena musim tanam kedua ini kan tidak semua wilayah, jadi panen padi tidak sebanyak waktu musim tanam pertama kemarin," jelasnya.

Ia menyebut produktivitas padi di lahan satu hektare rata-rata dapat mencapai sekitar 10 ton gabah. Dengan harga Rp8.400 per kilogram, nilai hasil panen tersebut mencapai sekitar Rp84 juta. "Keuntungannya bersih Rp84 juta, paling hitungannya nanti dipotong modal awal dari bibit, pupuk, obat-obatan dan perawatan," tuturnya.

Aji menambahkan, harga gabah di sejumlah wilayah sentra mina padi di Lamongan bahkan berpotensi lebih tinggi. Beberapa wilayah yang dikenal memiliki kualitas hasil pertanian cukup baik antara lain Kecamatan Glagah, Deket, dan Karangbinangun. "Di sana kualitas padi tentu lebih bagus, jadi harganya juga harusnya bisa lebih tinggi dari wilayah Tikung," kata Aji.

Tingginya harga gabah di tingkat petani diharapkan dapat terus memberikan keuntungan bagi petani. Selain meningkatkan pendapatan, kondisi tersebut juga dinilai menjadi dorongan bagi petani untuk mempertahankan produktivitas pertanian dan menjaga ketahanan pangan di Kabupaten Lamongan.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....