Sawah Jadi Sirkuit, Balap Ojek Gabah Semarakkan Panen Raya di Lamongan

  • 15 Sep 2026 13:25 WIB
  •  Tuban

RRI.CO.ID, Lamongan - Suasana panen raya di Desa Truni, Kecamatan Babat, Kabupaten Lamongan, berlangsung semarak. Selain panen padi dan bawang, masyarakat menggelar hiburan unik berupa balap ojek gabah yang memacu adrenalin warga.

Bupati Lamongan Yuhronur Efendi turut menyaksikan perlombaan yang menjadi hiburan masyarakat tersebut. Sebanyak enam tim dengan total 24 peserta ikut ambil bagian, masing-masing tim terdiri dari empat orang.

Para peserta harus memacu kendaraan pengangkut gabah di lintasan yang telah disiapkan sambil membawa muatan hasil panen. Kondisi medan yang basah serta beban gabah membuat perlombaan tidak semudah yang terlihat.

Pak Yes sapaan akrbanya mengaku ikut merasakan keseruan balap ojek gabah tersebut. Ia bahkan membandingkan tantangan lintasan sawah yang disulap menjadi dengan sirkuit balap.

"Seru sekali ya. Kelihatannya memang gampang, tapi ternyata kalau belum pernah mencoba sirkuit Mandalika, ya tentu belum bisa seperti tadi," ujarnya, Selasa 15 September 2026.

Menurutnya, di balik keseruan lomba, ojek gabah memiliki peran penting bagi petani. Mereka membantu mengangkut gabah dari area persawahan menuju tepi jalan yang sulit dijangkau kendaraan pengangkut.

"Kalau tidak ada ojek gabah ini kita juga tidak bisa mengangkut sampai ke pinggir jalan. Dan ini memerlukan keahlian khusus untuk ojek gabah," katanya.

Salah satu aksi peserta balap ojek gabah (Foto: RRI/Reggie)

Bupati Yuhronur menyebut pekerjaan tersebut juga memiliki nilai ekonomi bagi masyarakat. Dalam kondisi tertentu, jasa pengangkutan gabah dapat menjadi sumber penghasilan bagi para pengojek gabah.

"Biasanya sampai empat sak glangsing ini diangkut. Ini cukup sebagai profesi, karena satu ton ini bisa Rp1 juta," tuturnya.

Sementara itu, salah seorang peserta, Ahmad Santoso, mengaku baru pertama kali mengikuti balap ojek gabah bersama teman-temannya. Ia menyebut antusiasme peserta cukup tinggi karena kegiatan tersebut berlangsung di tengah momentum panen.

"Ini bersama teman-teman dan baru pertama kali. Seru sekali, antusiasnya juga tinggi. Ada enam tim, satu tim empat orang," ujar Ahmad.

Ahmad mengaku tantangan utama berada pada kondisi lintasan yang agak basah dan beban gabah yang harus dibawa. Meski cukup berat, ia tetap menikmati perlombaan tersebut. "Lumayan sulit karena medannya agak basah, sama bawa gabah juga. Berat juga, tapi seru," ujarnya.

Para petani berharap turnamen serupa dapat digelar tiap kali usai masa panen berlangsung sehingga dapat menarik penonton dari penjuru desa.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....