Lele Tuban Naik Kelas Jadi Mi hingga Biskuit

  • 04 Agt 2026 19:08 WIB
  •  Tuban

RRI.CO.ID, Tuban - Lele hasil budidaya di Kecamatan Plumpang, Kabupaten Tuban, kini memiliki nilai jual lebih tinggi. Jika sebelumnya hanya dipasarkan dalam kondisi segar, kini ikan lele mulai diolah menjadi tepung, mi, hingga biskuit tinggi protein berkat penerapan teknologi pengering modern.

Inovasi tersebut lahir melalui pendampingan Tim Pengabdian kepada Masyarakat Universitas PGRI Ronggolawe (UNIROW) Tuban kepada kelompok usaha CV Nurul Hikmah di Kecamatan Plumpang. Program ini didukung Direktorat Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (DPPM) Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi melalui Skema Pemberdayaan Berbasis Masyarakat (PBM) Tahun Anggaran 2026.

Sebelum adanya pendampingan, proses pengeringan lele masih mengandalkan sinar matahari sehingga membutuhkan waktu sekitar tiga hari dan sangat bergantung pada kondisi cuaca. Kini, melalui penggunaan Food Dehydrator dengan suhu terkontrol 50–60 derajat Celsius, proses pengeringan dapat diselesaikan hanya dalam waktu enam hingga delapan jam.

Ketua Tim PKM UNIROW Tuban, Puji Rahayu, mengatakan teknologi tersebut tidak hanya mempercepat proses produksi, tetapi juga meningkatkan kualitas hasil olahan sehingga lebih siap dikembangkan menjadi berbagai produk bernilai ekonomi.

"Dengan adanya alat ini, proses pengeringan menjadi lebih teratur dan hasilnya lebih konsisten. Kami juga semakin termotivasi untuk mengembangkan berbagai produk olahan lele yang memiliki nilai tambah," kata Puji Rahayu, Selasa 4 Agustus 2026.

Menurut Puji, program yang dijalankan tidak hanya sebatas memberikan bantuan alat. Tim juga mendampingi pelaku UMKM mulai dari penyusunan standar operasional prosedur (SOP) produksi, pencatatan keuangan sederhana, strategi pemasaran digital, desain kemasan, hingga pengurusan legalitas usaha seperti Nomor Induk Berusaha (NIB) dan Pangan Industri Rumah Tangga (P-IRT).

Ia menegaskan, tujuan utama program adalah membangun kemandirian pelaku usaha agar mampu menghasilkan produk berkualitas dan memiliki daya saing di pasar.

"Keberhasilan program tidak hanya diukur dari pemanfaatan teknologi yang diberikan, tetapi juga dari meningkatnya kapasitas dalam mengelola usaha, menghasilkan produk yang berkualitas, serta mengembangkan inovasi yang memberikan nilai tambah bagi masyarakat," ujarnya.

Dengan kemampuan mengolah lele menjadi berbagai produk turunan, pelaku usaha diharapkan tidak lagi bergantung pada penjualan ikan segar. Diversifikasi produk juga membuka peluang pasar yang lebih luas sekaligus meningkatkan pendapatan masyarakat.

Ke depan, kelompok usaha berencana meningkatkan kapasitas produksi, menambah variasi produk olahan, serta memperluas pemasaran melalui platform digital dan e-commerce.

Puji berharap sinergi antara perguruan tinggi, pemerintah, dan pelaku UMKM terus berlanjut sehingga potensi lokal di Kabupaten Tuban dapat berkembang menjadi produk unggulan yang mampu meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

"Kami berharap kolaborasi ini terus berlanjut agar inovasi berbasis potensi lokal semakin berkembang dan mampu meningkatkan kesejahteraan ekonomi masyarakat secara berkelanjutan," tutupnya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....