Menteri PPN Dorong Lamongan Jadi Pusat Pertumbuhan Ekonomi Baru

  • 31 Jul 2026 05:25 WIB
  •  Tuban

RRI.CO.ID, Lamongan - Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN) Rachmat Pambudy meninjau kawasan industri Pantura di Kabupaten Lamongan, Kamis 30 Juli 2026. Kunjungan dilakukan di PT Lamongan Integrated Shorebase (LIS), Kecamatan Paciran, yang dinilai memiliki peran strategis dalam mendukung pengembangan industri dan konektivitas logistik di wilayah Pantai Utara Jawa.

Dalam kunjungan tersebut, Menteri PPN didampingi Bupati Lamongan Yuhronur Efendi. Pak Yes sapaan akrabnya memaparkan sejumlah potensi daerah yang dapat menjadi modal bagi Lamongan untuk berkembang sebagai salah satu simpul pertumbuhan ekonomi di kawasan Gerbangkertosusila.

Bupati Yuhronur mengatakan, struktur perekonomian Lamongan masih ditopang sektor pertanian dengan kontribusi sekitar 30 persen terhadap Produk Domestik Regional Bruto (PDRB). Sementara sektor industri pengolahan memberikan kontribusi sekitar 12 persen. Menurutnya, kekuatan kedua sektor tersebut menjadi modal penting untuk membangun kawasan industri yang terintegrasi dengan sektor pertanian, sekaligus meningkatkan nilai tambah komoditas daerah.

Dari sisi investasi, Pemerintah Kabupaten Lamongan telah menetapkan kawasan peruntukan industri seluas 7.419 hektare. Dari luasan tersebut, sekitar 6.128 hektare lahan masih tersedia untuk dikembangkan menjadi kawasan investasi baru.

"Pelabuhan ini akan menjadi salah satu penopang kawasan industri Pantura. Kami berharap dukungan pemerintah pusat untuk penguatan infrastruktur agar pengembangan kawasan industri Lamongan semakin optimal," ujarnya.

Untuk mempercepat pengembangan kawasan industri, Pemkab Lamongan mengusulkan sejumlah proyek strategis kepada pemerintah pusat. Di antaranya pelebaran Jalan Daendels yang menghubungkan Manyar, Kabupaten Gresik, hingga perbatasan Kabupaten Tuban.

Selain itu, pemerintah daerah juga mendorong percepatan pembangunan Jalan Tol Gresik-Tuban serta pengembangan sistem penyediaan air bersih untuk memenuhi kebutuhan investasi dan aktivitas industri.

Sementara itu, Menteri PPN Rachmat Pambudy menilai Lamongan memiliki fondasi yang kuat untuk dikembangkan sebagai pusat pertumbuhan ekonomi baru. Menurutnya, potensi pertanian yang besar dapat diintegrasikan dengan sektor industri sehingga menghasilkan nilai tambah yang lebih tinggi bagi masyarakat. "Lamongan memiliki kekuatan di sektor pertanian yang dapat diintegrasikan dengan industri sehingga menciptakan nilai tambah," katanya.

Rachmat juga mengapresiasi keberadaan PT Lamongan Integrated Shorebase (LIS), khususnya fasilitas pelabuhan yang telah berstandar internasional. Menurutnya, pengembangan pelabuhan harus berjalan beriringan dengan peningkatan konektivitas jalan. Infrastruktur yang semakin terintegrasi dinilai penting untuk memperkuat daya tarik investasi, memperlancar arus logistik, sekaligus mempercepat pertumbuhan kawasan industri Pantura.

Penguatan konektivitas tersebut diharapkan mampu menghubungkan sentra produksi, kawasan industri, dan pelabuhan secara lebih efisien. Dengan demikian, Lamongan tidak hanya menjadi daerah penyangga, tetapi dapat mengambil peran lebih besar sebagai salah satu motor pertumbuhan ekonomi baru di Jawa Timur dan kawasan Gerbangkertosusila.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....