Pemkab Bojonegoro Genjot Pembangunan Embung Desa, Jaga Produktivitas Pertanian
- 30 Jul 2026 21:25 WIB
- Tuban
RRI.CO.ID, Bojonegoro - Pemerintah Kabupaten Bojonegoro terus mengintensifkan pembangunan embung desa guna memperkuat strategi mitigasi kekeringan sekaligus menjaga produktivitas sektor pertanian. Infrastruktur penampung air ini diproyeksikan sebagai solusi jangka panjang untuk menjamin ketersediaan irigasi dan memperkokoh ketahanan pangan daerah.
Langkah strategis tersebut sangat krusial mengingat Bojonegoro merupakan salah satu lumbung pangan utama dengan capaian produksi padi mencapai sekitar 886 ribu ton, terbesar kedua di Jawa Timur. Salah satu wilayah penyangga yang produktif adalah Kecamatan Purwosari, yang mampu menghasilkan sekitar 14.185 ton padi per tahun.
Kendati memiliki potensi besar, Kecamatan Purwosari kerap dihadapkan pada kendala keterbatasan sumber air saat kemarau panjang tiba. Selama ini, pasokan irigasi pertanian yang didominasi tanaman jagung dan tembakau hanya mengandalkan aliran Kali Gandong serta curah hujan.
Ketika hujan berkurang, petani mulai kesulitan memenuhi kebutuhan air untuk lahan mereka. Menjawab tantangan ini, Bupati Bojonegoro, Setyo Wahono mendorong pembangunan embung desa sebagai cadangan air efektif.
"Embung ini dirancang untuk menampung air hujan saat musim penghujan tiba. Sehingga dapat dimanfaatkan secara optimal untuk mengairi lahan pertanian ketika musim kemarau melanda," ujar Bupati, Kamis 30 Juli 2026.
Memasuki tahun 2026, Dinas Pekerjaan Umum Sumber Daya Air (PU SDA) Kabupaten Bojonegoro menetapkan Desa Pojok dan Desa Punggur di Kecamatan Purwosari sebagai lokasi penerima program pembangunan embung. Eksekusi proyek yang dilakukan di musim kemarau ini dinilai sangat tepat waktu, sehingga embung sudah dalam kondisi siap menampung air begitu musim penghujan datang.
Camat Purwosari, Ike Widyaningrum, menyambut positif program tersebut dan menekankan pentingnya pengelolaan berkelanjutan oleh pihak desa. Ia berharap embung tidak sekadar menjadi waduk penampungan, melainkan juga dilengkapi jaringan pipanisasi langsung ke lahan-lahan pertanian agar dampaknya dirasakan secara maksimal.
"Area di sekitar embung juga bisa ditanami tanaman produktif sebagai peneduh. Sehingga dapat memberikan nilai ekonomi bagi masyarakat," ucap Ike.
Komitmen serupa diungkapkan oleh Kepala Desa Punggur, Pasir. Menurutnya, kehadiran embung ini menjadi angin segar bagi para petani yang selama ini kesulitan mencari pasokan air irigasi.
"Kami dari desa siap mengawal pengembangan jaringan pengairan agar jangkauannya semakin luas. Masyarakat juga tidak perlu khawatir mencari air untuk irigasi," tambahnya.
Hal senada disampaikan Kepala Desa Pojok, Yudianto. Ia menilai pembangunan embung merupakan jawaban nyata atas krisis air musiman yang kerap dikeluhkan warganya. Melalui perluasan infrastruktur embung desa ini, Pemkab Bojonegoro optimistis fondasi ketahanan pangan daerah akan semakin kokoh.
"Ketersediaan air yang terjamin diharapkan mampu mendongkrak produktivitas tani, dan menjaga kesejahteraan masyarakat. Selain itu juga dapat mempertahankan posisi Bojonegoro sebagai pilar lumbung pangan di Jawa Timur," katanya.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....