Antisipasi Bullying di Sekolah Rakyat Gubernur Jatim Minta Hadirkan Psikolog
- 29 Jul 2026 20:48 WIB
- Tuban
RRI.CO.ID, Tuban - Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa, memberikan perhatian khusus terhadap pentingnya menciptakan ekosistem pendidikan yang sehat, kondusif, dan ramah anak di lingkungan sekolah asrama. Ia secara tegas menekankan pentingnya upaya pencegahan dini terhadap segala bentuk tindakan kekerasan maupun perundungan (bullying) di antara para siswa.
Hal itu ia sampaikan saat melakukan peninjauan langsung terhadap progres pembangunan Sekolah Rakyat Terintegrasi (SRT) 1 Kabupaten Tuban, Rabu 29 Juli 2026. Dalam kunjungan kerjanya tersebut, beliau didampingi oleh Bupati Tuban, Aditya Halindra Faridzky, beserta jajaran pejabat penting lainnya untuk melihat sarana dan prasarana penunjang.
Sebagai langkah konkret untuk mewujudkan komitmen tersebut, Gubernur Jatim menginstruksikan pihak sekolah agar rutin menghadirkan tenaga psikolog profesional secara berkala. Kehadiran psikolog yang dijadwalkan minimal satu bulan sekali ini bertujuan untuk melakukan pendampingan mental, memantau adaptasi sosial, serta memperkuat konsolidasi antar-siswa.
"Saya tekankan agar setiap bulan, kepala sekolah harus menghadirkan psikolog untuk melakukan proses pendekatan dengan anak-anak. Saya juga berpesan agar siswa bisa saling menghargai, gotong royong selama berada di asrama dan lingkungan sekolah agar menjadi tempat yang aman bagi setiap anak untuk tumbuh dan berkembang tanpa rasa takut," tegas Khofifah.
Langkah preventif ini dinilai sangat krusial mengingat para siswa berasal dari latar belakang daerah yang beragam, termasuk dari luar Kabupaten Tuban seperti Bojonegoro dan Pati. Selain penekanan pada aspek pencegahan bullying, Gubernur Khofifah juga mengapresiasi proses rekrutmen siswa yang menjangkau anak-anak dari keluarga prasejahtera dan anak-anak yang sempat putus sekolah.
Berkat kerja keras para pendamping sosial, anak-anak tersebut kini mendapatkan kesempatan kedua untuk mengenyam pendidikan formal kembali secara gratis. Program ini merupakan wujud nyata implementasi prinsip pemerataan pendidikan agar tidak ada anak yang tertinggal (no one left behind).
Kehadiran orang nomor satu di Jawa Timur ini disambut dengan penuh antusias dan keceriaan oleh ratusan calon peserta didik bersama para wali murid yang memadati area sekolah. Kompleks Sekolah Rakyat Terintegrasi 1 Tuban ini berdiri megah dengan fasilitas yang sangat lengkap dan berkualitas tinggi.
Berkat kerja keras para pendamping sosial, anak-anak tersebut kini mendapatkan kesempatan kedua untuk mengenyam pendidikan formal kembali secara gratis. "Program ini merupakan wujud nyata implementasi prinsip pemerataan pendidikan agar tidak ada anak yang tertinggal (no one left behind)," katanya.
Mulai dari ruang kelas yang nyaman, fasilitas asrama, masjid, kantin representatif, hingga lapangan olahraga berstandar internasional turut menjadi pusat perhatian dalam peninjauan tersebut. Gubernur Khofifah menyampaikan rasa kagumnya atas fasilitas yang disediakan, mengingat tidak semua lembaga pendidikan memiliki sarana penunjang, khususnya lapangan olahraga, dengan kualitas sebaik di tempat ini.
Di akhir kunjungannya, Gubernur Khofifah berharap agar seluruh elemen mulai dari kepala sekolah, jajaran guru, hingga tenaga pendukung dapat menjaga ekosistem pendidikan di SRT 1 Tuban dengan sebaik-baiknya. Ia berpesan agar fasilitas dan lingkungan yang asri ini dimanfaatkan secara optimal untuk mencetak sumber daya manusia berkualitas tinggi di masa depan.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....