Gubernur Jatim Meninjau Sekaligus Menyapa Siswa Sekolah Rakyat Tuban

  • 29 Jul 2026 12:16 WIB
  •  Tuban
Poin Utama
  • Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa melakukan kunjungan kerja ke Kabupaten Tuban pada Rabu, 29 Juli 2026 untuk meninjau Sekolah Rakyat Terintegrasi 1.
  • Sekolah Rakyat Tuban dilengkapi dengan berbagai fasilitas pendukung yang memadai dan bahkan melebihi fasilitas pendidikan lain.
  • Gubernur Khofifah sangat mengapresiasi kehadiran sekolah rakyat dan meyakini fasilitas lapangan yang bagus akan menjadi media pembelajaran yang luar biasa.

‎RRI.CO.ID, Tuban - Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa melakukan kunjungan kerja di Kabupaten Tuban, salah satunya yaitu meninjau lokasi Sekolah Rakyat Terintegrasi 1 Kabupaten Tuban, Rabu, 29 Juli 2026. Dalam kunjungannya, didampingi oleh Bupati dan Wakil Bupati Tuban, Kepala Dinas Sosial Provinsi Jawa Timur, dan beberapa pejabat lainnya.

‎‎Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa, sangat mengapresiasi kehadiran sekolah rakyat Tuban yang dilengkapi dengan berbagai fasilitas pendukung yang cukup memadai, bahkan melebihi fasilitas yang ada di lembaga pendidikan lain. "Carilah sekolah yang sebagus dan sebaik ini, sekolah rakyat dengan fasilitas lapangan sebagus ini, saya yakin akan menjadi media pembelajaran yang luar biasa," ujarnya.

‎‎Ia berharap, agar ekosistem yang ada di sekolah rakyat ini dapat terus mendapatkan dukungan dari berbagai pihak, khususnya kepala sekolah dan guru selaku pengajar. Sehingga, dapat menumbuhkan kembangkan ekosistem pembelajaran yang menyenangkan, serta menciptakan generasi unggul, berkarakter dan berintegritas tinggi.

‎‎"Ini sinergi yang luar biasa. Bupati menyiapkan lahannya, pemerintah pusat menyiapkan gedungnya, dan kita semua menyiapkan ekosistemnya," katanya.

‎Gubernur bercerita, usai melakukan dialog dengan petugas Progam Keluarga Harapan (PKH), bahwa dalam pelaksanaan di lapangan diperlukan pendekatan mendalam kepada para orang tua, agar anaknya dapat bersekolah di sekolah rakyat. "PKH bercerita jika mereka sampai melakukan kunjungan sebanyak 10 kali, hingga akhirnya orang tuanya melepas anaknya untuk bersekolah disini," katanya.

‎‎Selain itu, siswa siswi yang ada di sekolah rakyat Tuban ini juga berasal dari mereka yang terancam putus sekolah. Dengan hadirnya sekolah rakyat ini, mereka tetap dapat melanjutkan pendidikan ke tingkat yang lebih tinggi.

‎‎"Saya tadi tanya ke siswa kelas berapa, ternyata mereka tidak tahu. Artinya, kemungkinan besar mereka adalah siswa putus sekolah," ucap Khofifah.

‎‎Menurutnya, kehadiran sekolah rakyat yang digagas pemerintah pusat ini sangat relevan dengan keinginan siswa siswi yang ingin melanjutkan pendidikan namun terhalang ekonomi. "Kalau SD disini, tidak boleh ada satupun yang tertinggal. Dan disini juga ada beberapa titipan siswa dari Kabupaten lain," ujarnya.

‎Sementara itu, siswi kelas 10, Novia dan Mala, mengaku senang dapat bersekolah di sekolah rakyat Tuban. Mereka mengaku telah melakukan pendaftaran sejak bulan Mei 2026 lalu. "Senang sekali bisa sekolah disini. Kami juga sudah punya banyak teman," katanya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....