Dampak Kekeringan Dirasakan 150 KK di Sarirejo, Pemkab Kaji Perluasan Pipa

  • 28 Jul 2026 18:26 WIB
  •  Tuban

RRI.CO.ID, Lamongan - Kekeringan mulai melanda akibat kemarau panjang yang berdampak pada sedikitnya 150 kepala keluarga (KK) di Dusun Walangkopo, Desa Kedungkumpul, Kecamatan Sarirejo, mengalami kesulitan mendapatkan air bersih akibat menyusutnya debit air telaga yang selama ini menjadi sumber utama kebutuhan sehari-hari. Kawasan tersebut hampir satu bulan tidak diguyur hujan dan menyebabkan cadangan air di telaga desa terus berkurang sehingga tidak lagi mampu memenuhi kebutuhan seluruh warga.

Sebagai langkah penanganan darurat, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Lamongan melalui Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) mulai menyalurkan bantuan air bersih kepada masyarakat terdampak. Bantuan tersebut diharapkan dapat menjaga ketersediaan air untuk kebutuhan rumah tangga selama musim kemarau berlangsung.

Salah seorang warga Dusun Walangkopo, Zaimah, mengatakan krisis air bersih menjadi persoalan yang rutin dihadapi masyarakat setiap musim kemarau. Menurutnya, warga harus menghemat penggunaan air telaga agar persediaan tidak cepat habis.

"Sudah hampir satu bulan tidak turun hujan. Air telaga masih ada, tetapi tidak cukup sehingga harus dihemat. Kalau benar-benar kering, kami biasanya membeli air tangki seharga Rp200.000 per tangki. Itu hanya cukup untuk satu sampai dua minggu, tergantung jumlah anggota keluarga," ujarnya, Selasa 28 Juli 2026.

Zaimah mengaku bersyukur atas bantuan air bersih yang disalurkan pemerintah daerah karena sangat membantu meringankan beban masyarakat. "Kami tentu senang sekali mendapat bantuan dropping air bersih ini. Bantuan ini sangat membantu kebutuhan warga," katanya.

Bupati Lamongan Yuhronur Efendi meninjau langsung penyaluran bantuan air bersih di Desa Kedungkumpul. Ia menegaskan, pemerintah daerah telah memetakan sejumlah wilayah yang setiap tahun berpotensi mengalami kekeringan sehingga penanganan dapat dilakukan lebih cepat.

"Sebagaimana tahun-tahun sebelumnya, ada beberapa titik yang memang menjadi langganan kekeringan. Hari ini BPBD mulai mengirimkan bantuan air bersih untuk memenuhi kebutuhan masyarakat di Kecamatan Sarirejo dan Kembangbahu. Armada dropping air ini kami siapkan untuk beroperasi hingga Oktober mendatang," kata Bupati yang akrab disapa Pak Yes.

Selain penanganan jangka pendek melalui distribusi air bersih, Pemkab Lamongan juga terus menyiapkan solusi jangka panjang untuk mengatasi persoalan kekeringan yang berulang setiap tahun. Menurut Pak Yes, salah satu opsi yang sedang dikaji adalah perluasan jaringan pipa Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) atau Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM) dari wilayah Mojokerto menuju kawasan selatan Lamongan.

"Upaya penyambungan jaringan pipa dari Mojokerto terus kami dorong. Saat ini jaringan baru menjangkau Kembangbahu dan Tambakboyo. Kami masih menghitung kebutuhan investasi agar jaringan dapat diperluas hingga Sarirejo. Sementara itu, kebutuhan mendesak masyarakat tetap kami penuhi melalui penambahan dropping air bersih," jelasnya.

BPBD Lamongan memastikan distribusi air bersih akan terus dilakukan secara berkala di daerah-daerah yang terdampak kekeringan selama musim kemarau. Pemerintah daerah juga mengimbau masyarakat menggunakan air secara bijak serta segera melaporkan apabila mulai mengalami kesulitan memperoleh air bersih agar bantuan dapat segera disalurkan.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....