Harga Bumbu Dapur Pasar Sidoharjo Alami Kenaikan
- 22 Jul 2026 16:06 WIB
- Tuban
Poin Utama
- Harga mentimun di Pasar Tradisional Sidoharjo melonjak dari Rp8.000-Rp10.000 menjadi Rp18.000 per kilogram, peningkatan mencapai 80-125 persen.
- Kenaikan harga tidak hanya terjadi pada mentimun tetapi juga meliputi cabai besar, tomat, wortel, dan buncis yang berdampak signifikan pada daya beli masyarakat.
- Pedagang mengalami kesulitan dalam menyesuaikan harga jual karena pasokan yang semakin terbatas di tengat lonjakan permintaan.
RRI.CO.ID Lamongan - Harga sejumlah komoditas sayur dan bumbu dapur di Pasar Tradisional Sidoharjo, Kabupaten Lamongan, mengalami kenaikan. Kenaikan tidak hanya terjadi pada mentimun dan cabai besar, tetapi juga merambah tomat, wortel, hingga buncis. Lonjakan harga tersebut dikeluhkan para pedagang karena dinilai cukup tinggi dan berdampak pada menurunnya daya beli masyarakat.
Pedagang juga mengaku kesulitan menyesuaikan harga jual di tengah pasokan yang semakin terbatas. Salah seorang pedagang sayur, Sumilah, mengatakan kenaikan paling mencolok terjadi pada komoditas mentimun. Harga yang sebelumnya berada di kisaran Rp8.000 hingga Rp10.000 per kilogram, kini melonjak menjadi Rp18.000 per kilogram.
"Hari ini yang naik paling terasa itu mentimun. Sekarang saya menjualnya Rp18.000 per kilogram. Padahal sebelumnya masih sekitar Rp8.000 sampai Rp10.000 per kilogram," katanya, Rabu 22 Juli 2026
Selain mentimun, harga cabai besar juga mengalami kenaikan. Dari sebelumnya sekitar Rp25.000 per kilogram, kini dijual di kisaran Rp30.000 hingga Rp35.000 per kilogram. Pedagang lainnya, Sumirah, mengatakan kenaikan juga terjadi pada komoditas tomat yang naik dari Rp6.000 menjadi Rp9.000 per kilogram. Sementara itu, harga wortel kini berada di kisaran Rp20.000 hingga Rp24.000 per kilogram.
Menurutnya, lonjakan harga paling tajam terjadi pada buncis. Harga buncis melonjak dari Rp10.000 menjadi Rp25.000 per kilogram. Di tengah kenaikan sejumlah komoditas tersebut, harga cabai rawit masih relatif stabil di angka Rp35.000 per kilogram selama sepekan terakhir.
Terkait penyebab kenaikan harga, para pedagang mengaku belum mengetahui secara pasti faktor yang memengaruhi distribusi. Namun, mereka memperkirakan musim kemarau menyebabkan hasil panen berkurang sehingga pasokan dari daerah sentra produksi menurun. "Kalau penyebab pastinya kurang tahu. Mungkin karena sekarang musim kemarau, jadi pasokan dari petani berkurang dan akhirnya harga naik," kata Sumirah.
Para pedagang berharap distribusi sayur dan bumbu dapur dari daerah penghasil kembali normal sehingga pasokan di pasar tradisional meningkat dan harga berbagai komoditas dapat segera turun.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....