Antisipasi Kekeringan, Dinas PU SDA Bojonegoro Genjot Infrastruktur Air
- 22 Jul 2026 12:47 WIB
- Tuban
RRI.CO.ID, Bojonegoro - Menghadapi tantangan Musim Tanam III (MT III) yang rawan akan ancaman kekeringan, Pemerintah Kabupaten Bojonegoro melalui Dinas Pekerjaan Umum Sumber Daya Air (PU SDA) mengambil langkah antisipasi. Langkah ini difokuskan untuk mengamankan sektor pertanian daerah agar tetap produktif dan tangguh di tengah puncak musim kemarau.
Intervensi masif tersebut diwujudkan melalui program pembangunan serta normalisasi embung dan waduk, pembersihan saluran pembuang (afvoer), hingga perluasan jaringan irigasi baru yang tersebar di puluhan kecamatan. Seluruh strategi ini dirancang demi memastikan pasokan air baku bagi petani tetap stabil, menekan angka penyusutan volume air, serta menjaga ketahanan pangan Kabupaten Bojonegoro.
Kepala Dinas PU SDA Kabupaten Bojonegoro, Retno Wulandari, menegaskan bahwa seluruh program perbaikan dan pembangunan infrastruktur air ini berorientasi pada pemetaan wilayah yang tepat sasaran serta berjangka panjang. Menurutnya, masa MT III merupakan periode krusial bagi para petani.
"MT III adalah periode krusial bagi para petani kita. Oleh karena itu, perluasan daya tampung air melalui optimalisasi embung, waduk, dan normalisasi sungai terus kami pacu agar debit air yang terbatas dapat terdistribusi secara adil dan lancar hingga ke ujung saluran (end of canal)," ujarnya, Rabu, 22 Juli 2026.
Ia juga terus berkomitmen untuk menekan risiko gagal panen sekaligus menjaga stabilitas ketahanan pangan masyarakat Bojonegoro melalui pengelolaan air yang adaptif. Guna mewujudkan distribusi air yang efektif, Dinas PU SDA Kabupaten Bojonegoro tengah menggenjot tiga pilar agenda strategis utama sepanjang Tahun Anggaran 2026, diantaranya:
1. Optimalisasi dan Penambahan Kapasitas Tampungan Air.
- Pemerintah kabupaten mengombinasikan pembangunan waduk/embung baru dengan revitalisasi infrastruktur yang sudah ada untuk memperbesar cadangan air baku
- Penyelesaian normalisasi Embung Desa Sambongrejo (Kecamatan Sumberrejo) dan Embung Desa Pojok (Kecamatan Purwosari).
- Proses konstruksi Embung Baru di Desa Sumberagung (Kecamatan Dander) dan Desa Woro (Kecamatan Kepohbaru), diiringi normalisasi embung di Sumbergede (Kecamatan Kepohbaru).
- Perencanaan pembangunan Waduk Pasinan (Kecamatan Baureno) dan Waduk Watang (Kecamatan Tambakrejo), serta rehabilitasi Waduk Rowoglandang (Kecamatan Tambakrejo).
2. Akselerasi Normalisasi Sungai dan Saluran Pembuang (Afvoer). Langkah pembersihan dan pengerukan ini ditujukan untuk memperbesar kapasitas aliran irigasi sekaligus mengantisipasi potensi genangan akibat anomali cuaca melalui,
- Normalisasi aliran sungai di Desa Gondang dan Senganten (Kecamatan Gondang), serta Desa Duyungan (Kecamatan Sukosewu).
- Pengerjaan normalisasi Sungai Gandong di Desa Ngrejeng (Kecamatan Purwosari).
- Pembersihan saluran afvoer pada tiga titik krusial, yakni Desa Kayulemah (Kecamatan Sumberrejo), Desa Sidomulyo (Kecamatan Kedungadem), dan Desa Tinumpuk (Kecamatan Purwosari).
3. Perluasan dan Rehabilitasi Jaringan Irigasi
Agar air dapat mengalir tanpa banyak terbuang akibat rembesan atau sedimentasi, penataan jaringan irigasi dilakukan secara besar-besaran. Sehingga diperlukan beberapa langkah strategis seperti,
- Pembangunan Saluran Baru: Mencakup puluhan titik di berbagai wilayah, di antaranya Kecamatan Balen (5 titik), Trucuk (4 titik), Baureno (3 titik), Sumberrejo (3 titik), Gondang (3 titik), Padangan (2 titik), Ngraho (2 titik), Dander (2 titik), Sekar (2 titik), Kalitidu (2 titik), Kedungadem (2 titik), serta masing-masing 1 titik di Kasiman, Kedewan, Bojonegoro, dan Kanor.
- Rehabilitasi Jaringan Eksisting, yaitu pemulihan performa saluran irigasi difokuskan di Kecamatan Padangan (5 titik), Dander (4 titik), Tambakrejo (2 titik), serta masing-masing 1 titik di Trucuk, Kedewan, Bubulan, dan Ngraho.
Melalui sinergi lintas sektor yang mencakup perluasan waduk, normalisasi sungai, hingga penataan irigasi masif ini, Dinas PU SDA Bojonegoro optimis kebutuhan air petani dapat tercukupi dengan baik sehingga produktivitas pertanian daerah terus terjaga secara berkelanjutan. "Semoga apa yang telah kami upayakan dapat memberikan dampak yang signifikan kepada para petani," katanya.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....