Tim PKM Unirow Tuban Serahkan Bantuan Alat Pengolah Sampah Menjadi Paving Block
- 14 Jul 2026 21:37 WIB
- Tuban
RRI.CO.ID, Tuban – Peningkatan sampah plastik di Desa Ketambul, Kecamatan Palang, Kabupaten Tuban kini telah mencapai titik yang mengkhawatirkan. Masalah ini tidak hanya merusak estetika desa, tetapi juga memicu ancaman nyata berupa penyumbatan saluran drainase, risiko banjir, hingga penurunan kualitas kesehatan lingkungan bagi warga setempat.
Merespons tantangan tersebut, tim Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) dari Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (Fisip) Universitas PGRI Ronggolawe (Unirow) Tuban turun tangan dengan meluncurkan program pemberdayaan. Progam tersebut bertajuk "Inovasi Pengelolaan Sampah Melalui Kreativitas Karang Taruna Sebagai Upaya Peningkatan Kualitas Lingkungan Desa Ketambul, Palang".
Ketua Tim PKM Fisip Unirow, Satya Irawatiningrum, menjelaskan bahwa kegiatan ini berfokus pada transformasi paradigma masyarakat dalam memandang sampah. Melalui teknik pengolahan yang terukur, limbah plastik berupa kemasan makanan dan botol minuman akan diproses secara sistematis melalui tahap pencacahan, pemanasan, hingga pencetakan dengan tekanan tertentu untuk diubah menjadi material bangunan berupa paving block.
"Inovasi ini tidak hanya bertujuan mengurangi volume sampah di tempat pembuangan saja. Namun juga menciptakan produk material konstruksi yang memiliki daya tahan tinggi dan nilai ekonomis yang kompetitif dibandingkan paving konvensional," ujarnya, Selasa 14 Juli 2026.
Dalam pelaksanaannya, tim PKM memilih Karang Taruna sebagai subjek pelatihan utama. Langkah ini dinilai strategis untuk menciptakan agen perubahan di tingkat desa.
Kapasitas pemuda yang memiliki kreativitas dan jiwa kepemimpinan tinggi diharapkan mampu memastikan keberlanjutan program. Selain itu juga menjadikan mereka sebagai motor penggerak dalam menjaga sanitasi lingkungan Desa Ketambul secara mandiri.
Pemerintah Desa Ketambul, Kasmanan menyambut baik inisiatif tersebut dengan apresiasi tinggi. Kepala desa menilai bahwa solusi yang ditawarkan tim PKM Fisip Unirow sangat relevan dengan kebutuhan mendesak masyarakat saat ini.
"Program ini diharapkan menjadi titik tolak bagi generasi muda untuk menumbuhkan kesadaran kolektif dalam menjaga kelestarian lingkungan hidup. Tujuannya untuk masa depan desa yang lebih bersih dan sehat," katanya.
Diketahui, program pengabdian masyarakat ini terlaksana berkat dukungan pendanaan hibah dari Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbudristek) melalui Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi.
Melalui sinergi antara akademisi, pemerintah desa, dan elemen pemuda, inisiatif ini diharapkan mampu menjadi model percontohan bagi wilayah lain dalam mewujudkan lingkungan yang berdaya guna secara ekonomi.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....