Mahasiswa Australia Beri Kejutan pada Hari Pertama Masuk Sekolah di MIUS Lamongan

  • 13 Jul 2026 11:58 WIB
  •  Tuban

RRI.CO.ID, Lamongan - Suasana hari pertama masuk sekolah di MI Unggulan Sabilillah (MIUS) Lamongan berlangsung berbeda dari biasanya. Para siswa mendapat pengalaman internasional dengan hadirnya mahasiswa pertukaran pelajar asal Australia, Aidin Kamenjasevic (18), mahasiswa Universitas Sydney, New South Wales, yang akan mengajar bahasa Inggris selama dua pekan.

Kehadiran Aidin disambut antusias oleh para siswa. Selain memperkenalkan bahasa Inggris, ia juga mengajak siswa mengenal budaya Australia sekaligus mempelajari budaya Indonesia melalui berbagai aktivitas interaktif di dalam kelas.

"Saya di sini mengajar bahasa Inggris dan bersama-sama belajar budaya Indonesia. Saya juga mengajarkan budaya Australia. Saya sangat antusias mengajar di MIUS selama dua minggu ke depan," ujarnya, Senin 13 Juli 2026.

Selama program berlangsung, Aidin akan mengisi berbagai kegiatan pembelajaran, permainan edukatif, tes sederhana, hingga memperkenalkan makanan khas Australia kepada para siswa sebagai bagian dari pertukaran budaya. Menurut Aidin, keramahan para siswa MIUS menjadi kesan pertama yang paling membekas. Banyak siswa yang aktif bertanya, mulai dari pelajaran hingga topik sepak bola, seperti perdebatan memilih Cristiano Ronaldo atau Lionel Messi.

"Saya sangat antusias melihat siswa-siswa di sini. Mereka banyak bertanya, misalnya tentang sepak bola, memilih Ronaldo atau Messi. Mereka sangat lucu dan ramah," katanya.

Aidin juga mengaku terkesan dengan budaya salim yang dilakukan siswa kepada guru dan orang yang lebih tua. Menurutnya, kebiasaan tersebut tidak dijumpai di Australia dan menjadi bentuk penghormatan yang patut diapresiasi.

"Saya sangat menghargai budaya salim. Di Australia kami tidak melakukan itu. Menurut saya, itu menunjukkan rasa hormat kepada orang yang lebih tua dan guru. Saya mengapresiasi budaya tersebut karena merupakan cara yang baik mengajarkan sikap hormat," tuturnya.

Tak hanya itu, Aidin turut memberikan pandangannya mengenai Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang diterapkan pemerintah Indonesia. Menurutnya, program serupa belum diterapkan secara luas di Australia sehingga menjadi hal yang menarik untuk dipelajari.

"Saya pikir ini program yang sangat baik. Tidak semua orang memiliki kesempatan yang sama untuk mendapatkan makanan yang layak. Pemerintah Indonesia menunjukkan kepedulian kepada para siswa melalui penyediaan makanan bergizi gratis. Mungkin Australia juga bisa menerapkan program seperti ini karena manfaatnya sangat besar, terutama bagi siswa yang membutuhkan," kata Aidin.

Kepala MI Unggulan Sabilillah (MIUS) Lamongan, Uswatun Hasanah, mengatakan kehadiran mahasiswa asal Australia tersebut merupakan bagian dari rangkaian kegiatan Masa Ta'aruf Murid Baru (Matsama) yang dirancang untuk memberikan pengalaman belajar bertaraf internasional sejak hari pertama sekolah.

Menurutnya, menghadirkan native speaker bahasa Inggris merupakan upaya sekolah dalam mewujudkan visi mencetak peserta didik yang unggul, berprestasi, dan berakhlakul karimah. "Melalui program ini kami ingin membiasakan anak-anak berkomunikasi secara global menggunakan bahasa Inggris sebagai bahasa internasional. Harapannya, saat mereka tumbuh menjadi pribadi yang sukses, kemampuan berbahasa Inggris sudah menjadi pondasi sejak belajar di MI Unggulan Sabilillah Lamongan, tanpa meninggalkan jati diri sebagai muslim yang berkarakter dan memiliki wawasan luas," ujar Uswatun.

Ia menjelaskan, kolaborasi bersama Aidin Kamenjasevic akan berlangsung selama sepekan dengan beragam kegiatan edukatif. Mulai dari talkshow, pembelajaran bersama menggunakan media reptil, pembelajaran berbasis teknologi dan coding, pengenalan budaya Indonesia dan Australia melalui permainan tradisional, hingga penampilan kolaborasi budaya antara siswa MIUS dan Aidin. Dan juga dijadwalkan hadir dalam kegiatan Latihan Dasar Kepemimpinan Siswa (LDKS) untuk berinteraksi lebih dekat dengan peserta didik.

Uswatun berharap program tersebut mampu memberikan dampak positif terhadap perkembangan karakter dan kemampuan siswa, khususnya dalam membangun kepercayaan diri saat berkomunikasi menggunakan bahasa Inggris. "Dampak yang kami harapkan adalah anak-anak semakin terbiasa menggunakan bahasa internasional, tidak lagi merasa canggung saat berkomunikasi, serta mampu mengasah kepercayaan diri, keberanian, sekaligus menjadi pribadi yang lebih kritis dan kreatif," katanya.

Diharapkan Aidin dan Uswatun dapat meningkatkan kemampuan berbahasa Inggris siswa sekaligus memperluas wawasan mereka mengenai budaya internasional, sejalan dengan upaya MI Unggulan Sabilillah Lamongan dalam menghadirkan pengalaman belajar yang berkelas global sejak hari pertama tahun ajaran baru.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....