Jelang Tahun Ajaran Baru, Jasa Sol Sepatu di Lamongan Banjir Pesanan

  • 13 Jul 2026 04:50 WIB
  •  Tuban

RRI.CO.ID, Lamongan - Menjelang dimulainya tahun ajaran baru 2026/2027, permintaan jasa perbaikan dan sol sepatu di Kabupaten Lamongan meningkat tajam. Banyak orang tua memilih memperbaiki sepatu lama milik anak daripada membeli yang baru sebagai langkah menghemat pengeluaran.

Salah satu penyedia jasa yang merasakan lonjakan permintaan tersebut adalah Sugiyanto atau yang akrab disapa Cak Nyanto. Perajin sol sepatu yang telah menjalankan usahanya sejak 2014 itu mengaku menerima pesanan jauh lebih banyak dibandingkan hari-hari biasa.

Saat ditemui di tempat usahanya, Sugiyanto mengatakan dalam sehari dirinya mampu menyelesaikan sekitar 15 hingga 20 pasang sepatu. Dari jumlah tersebut, sekitar 10 hingga 15 pasang merupakan sepatu sekolah yang diperbaiki menjelang masuknya kegiatan belajar mengajar.

"Alhamdulillah banyak orderan. Sehari bisa menyelesaikan 15 sampai 20 pasang. Untuk sepatu sekolah sekitar 10 sampai 15 pasang per hari. Kebanyakan kerusakannya pada bagian lem yang membuka karena lama disimpan," ujarnya.

Meski permintaan meningkat, Sugiyanto tidak menaikkan tarif jasanya. Ia mematok biaya Rp15 ribu untuk perbaikan sepatu anak-anak dan Rp20 ribu untuk sepatu ukuran dewasa. Menurutnya, harga tersebut tetap dipertahankan agar masyarakat memiliki alternatif yang lebih hemat dibanding membeli sepatu baru.

Kepercayaan masyarakat terhadap kualitas pekerjaannya membuat pelanggan yang datang berasal dari berbagai kalangan. Tidak hanya masyarakat umum, sejumlah pejabat hingga atlet juga menjadi pelanggan tetapnya. Bahkan, ia mengaku banyak pemain Persela Lamongan yang memperbaiki sepatu di tempat usahanya.

"Yang datang ke sini macam-macam profesinya, mulai masyarakat biasa sampai pejabat. Pemain Persela Lamongan juga sudah banyak yang memperbaiki sepatu di sini," katanya.

Salah seorang pelanggan, Ali Wafa, mengaku sengaja mengambil sepatu milik adiknya yang telah selesai diperbaiki untuk dipakai kembali saat masuk sekolah. Menurutnya, hasil pekerjaan Sugiyanto rapi dengan biaya yang terjangkau sehingga menjadi pilihan keluarganya setiap kali sepatu mengalami kerusakan.

"Saya mengambil sepatu adik. Memang sering memperbaiki sepatu di sini karena harganya murah dan hasilnya bagus," tuturnya.

Sugiyanto memperkirakan tingginya permintaan jasa perbaikan sepatu masih akan berlangsung hingga pekan pertama pelaksanaan kegiatan belajar mengajar. Kondisi tersebut menunjukkan bahwa jasa sol sepatu tetap menjadi pilihan masyarakat untuk menghemat biaya sekaligus memperpanjang usia pakai alas kaki yang masih layak digunakan.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....