Jaring Aspirasi Demi Kesejahteraan, Amsal Sitepu Dorong Ekonomi Kreatif Lamongan

  • 07 Jul 2026 19:06 WIB
  •  Tuban

RRI.CO.ID, Lamongan - Ketua DPC Gekrafs Karo, Amsal Sitepu yang beberapa waktu lalu sempat viral akibat karyanya dipermasalahkan dan ditahan selama 131 hari, pada hari ini mengunjungi Lamongan untuk jaring aspirasi pelaku ekonomi kreatif terkait kebijakan, ide, dan gagasan agar sektor ekonomi kreatif di Lamongan mampu naik kelas dalam talkshow bertajuk "Di Balik Kasus yang Menghebohkan, Ketika Karya Menjadi Perkara" di Padelibre, Selasa, 7 Juli 2026. Ia berkeliling seluruh Indonesia untuk jaring aspirasi yang dihimpun dari para pelaku ekonomi kreatif akan diperjuangkan menjadi bahan penyusunan kebijakan yang berpihak kepada masyarakat kreatif.

"Tujuan akhirnya adalah mendorong seluruh aspirasi yang sudah kami kumpulkan agar bisa menjadi kebijakan yang bermanfaat bagi seluruh pelaku ekonomi kreatif. Karena itu kami datang langsung ke daerah, mendengar suara dari akar rumput. Ini bukan suara kelompok yang berkepentingan, melainkan suara mayoritas pelaku ekonomi kreatif di Indonesia," ujarnya.

Menurutnya, forum diskusi tersebut menjadi wadah penting untuk mengetahui berbagai tantangan yang dihadapi para pelaku ekonomi kreatif, mulai dari perlindungan karya, akses pengembangan usaha, hingga dukungan regulasi. Amsal Sitepu menilai Kabupaten Lamongan memiliki potensi ekonomi kreatif yang besar dan tidak hanya dikenal melalui kuliner khas Soto Lamongan.

"Saya sangat senang berada di Kabupaten Lamongan. Daerah ini selalu punya keunikan. Harapan kami, Lamongan nantinya tidak hanya terkenal karena Soto Lamongan, tetapi juga karena karya-karya ekonomi kreatifnya yang mampu naik kelas melalui kebijakan yang sedang diperjuangkan," katanya.

Ia menegaskan, pelaku ekonomi kreatif tidak boleh lagi dipandang sebelah mata. Menurutnya, kreativitas merupakan profesi yang memiliki nilai ekonomi sekaligus mampu membuka lapangan pekerjaan. "Pelaku ekonomi kreatif tidak bisa lagi dianggap sebagai orang yang tidak punya pekerjaan. Mungkin selama ini mereka belum memiliki pendamping atau bapak asuh. Namun melalui kolaborasi antara Gekrafs, komunitas ekonomi kreatif, dan pemerintah daerah, kami optimistis ekonomi kreatif di Lamongan dapat berkembang lebih pesat," tuturnya.

Talkshow tersebut juga mengangkat pembelajaran dari kasus yang sempat menghebohkan ketika sebuah karya justru berujung menjadi persoalan hukum. Melalui diskusi ini, para pelaku ekonomi kreatif diajak memahami pentingnya literasi hukum, perlindungan hak atas karya, serta perlunya kebijakan yang memberikan rasa aman bagi para kreator.

"Jangan pernah takut untuk berkarya, karena kreativitas itu bukan kejahatan. Teruslah berkarya dan berinovasi," kata Amsal.

Dari kanan : Ketua DPC Gekrafs Lamongan Pradita Aditya, Ketua DPC Gekrafs Karo Amsal Sitepu usai jadi narasumber talkshow Di Balik Kasus yang Menghebohkan, Ketika Karya Menjadi Perkara (Foto: RRI/Reggie)

Ketua DPC Gekrafs Lamongan, Pradita Aditya talkshow tersebut sebagai bentuk edukasi kepada para pelaku ekonomi kreatif. Menurutnya, pengalaman yang dialami Amsal menjadi pembelajaran penting agar para kreator semakin memahami aspek hukum dalam berkarya.

"Pada dasarnya Gekrafs Lamongan memberikan ruang yang seluas-luasnya kepada para pelaku ekonomi kreatif. Salah satunya dengan menghadirkan Mas Amsal Sitepu, pejuang ekonomi kreatif yang sempat viral karena karya yang dihasilkannya justru menjadi perkara. Dari pengalaman itu, ada banyak pelajaran yang bisa diambil agar tidak dialami oleh pelaku ekonomi kreatif di Lamongan maupun Jawa Timur," ujar Adit.

Selain itu, Pradita juga menyoroti pentingnya pendataan sektor ekonomi kreatif melalui sensus yang akurat. Menurutnya, validitas data akan menjadi dasar pemerintah dalam menyusun kebijakan yang tepat sasaran.

"Ekonomi kreatif berhak mendapatkan pendataan yang valid melalui sensus dan proses verifikasi yang baik. Dengan data yang akurat, potensi para kreator dapat terlihat secara nyata sehingga menjadi dasar lahirnya kebijakan yang benar-benar mendukung perkembangan ekonomi kreatif. Pada prinsipnya, ekonomi kreatif bersumber dari kreativitas yang mampu menjadi kekayaan intelektual sekaligus memberikan nilai ekonomi bagi para kreator maupun inventor," kata Adit.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....