Petani Jawa Timur Perkuat Kolaborasi Percepat Modernisasi Pertanian
- 01 Jul 2026 13:37 WIB
- Tuban
RRI.CO.ID, Lamongan - Pusat Pelatihan Pertanian dan Perdesaan Swadaya (P4S) terus memperkuat kolaborasi antarpetani di Jawa Timur untuk percepat modernisasi sektor pertanian. Hal tersbut disampaikan pada pertemuan triwulan P4S di GOR Lamongan, Rabu 1 Juli 2026 tersebut diharapkan mampu menjaga keberlanjutan swasembada pangan sekaligus meningkatkan kesejahteraan petani.
Ketua Balai Besar Pelatihan Pertanian (BBPP) Ketindan, Nurul Qomariyah mengatakan modernisasi pertanian bukan hanya menjadi tanggung jawab P4S, melainkan seluruh insan pertanian. Namun, keberadaan P4S menjadi wadah penting untuk memperkuat sinergi dan kolaborasi antarpetani di berbagai daerah.
Menurutnya, P4S di Jawa Timur membawahi berbagai lembaga P4S yang tersebar di seluruh kabupaten. Seluruhnya berkomitmen mendukung program strategis Kementerian Pertanian dalam mewujudkan pertanian yang lebih modern. "Modernisasi pertanian menjadi tanggung jawab bersama. P4S hadir untuk memperkuat kolaborasi agar program strategis Kementerian Pertanian dapat berjalan optimal," ujarnya.
Nurul menambahkan, upaya tersebut diharapkan mampu menjaga keberhasilan swasembada pangan yang telah diumumkan Presiden pada 7 Januari 2026 agar terus berlanjut di masa mendatang.
Ia juga menjelaskan, karakter anggota P4S di Jawa Timur sangat beragam. Sebagian merupakan petani senior yang kaya pengalaman, sementara sebagian lainnya berasal dari kalangan milenial yang lebih adaptif terhadap perkembangan teknologi pertanian.
Menurutnya, perpaduan pengalaman dan inovasi tersebut menjadi kekuatan utama dalam mendorong modernisasi pertanian di daerah. "Kolaborasi antara petani senior dan generasi muda saling melengkapi. Hal itu terbukti mampu membuat sejumlah P4S berkembang hingga memiliki kemandirian ekonomi melalui kegiatan yang dijalankan lembaga," katanya.
Sekretaris Daerah Kabupaten Lamongan, M. Nalikan, menyatakan dukungannya terhadap penguatan peran Pusat Pelatihan Pertanian dan Perdesaan Swadaya (P4S) sebagai wadah kolaborasi antar kelompok tani dalam mendorong modernisasi pertanian. Menurut Nalikan, kelompok tani di Lamongan memiliki semangat yang tinggi dalam mengembangkan sektor pertanian.
Namun, semangat tersebut perlu didukung dengan koordinasi, komunikasi, serta pertukaran pengalaman antar petani agar mampu menghasilkan inovasi dan solusi atas berbagai tantangan di lapangan. "Pertanian tidak cukup hanya mengandalkan teori. Pengalaman antar petani perlu dibagikan sehingga dapat menjadi pembelajaran bersama untuk meningkatkan produktivitas," jelasnya.
Ia menilai modernisasi pertanian menjadi kebutuhan yang tidak bisa dihindari, terutama untuk mendukung regenerasi petani. Pemanfaatan teknologi dinilai mampu mengurangi ketergantungan pada tenaga kerja, mempercepat proses pengolahan lahan, hingga meningkatkan efisiensi penggunaan sarana produksi pertanian.
Menurut Nalikan, setiap wilayah memiliki komoditas unggulan yang dapat saling melengkapi. "Lamongan memiliki produksi padi dan gabah yang melimpah, sementara daerah lain memiliki keunggulan pada komoditas hortikultura. Melalui komunikasi dan kolaborasi yang dibangun P4S, potensi tersebut dapat saling mendukung sehingga pemasaran hasil pertanian semakin luas dan memberikan manfaat bagi petani," kata Nalikan.
Melalui penguatan jejaring antarpetani dan pemanfaatan teknologi, P4S diharapkan semakin berperan sebagai motor penggerak modernisasi pertanian di Jawa Timur sekaligus mendukung peningkatan produktivitas menuju sektor pertanian yang lebih maju dan berkelanjutan.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....