Pemkab Lamongan Revitalisasi 94 Waduk dan Embung, Waduk Gondang Mulai Dikeruk

  • 01 Jul 2026 10:39 WIB
  •  Tuban

RRI.CO.ID, Lamongan - Pemerintah Kabupaten Lamongan menargetkan revitalisasi 94 waduk dan embung sepanjang 2026 sebagai upaya memperkuat ketahanan sumber daya air serta mendukung sektor pertanian. Salah satu proyek yang menjadi perhatian adalah pengerukan Waduk Gondang yang kini mulai memasuki tahap persiapan.

Kepala Bidang Operasi dan Pemeliharaan Dinas Pekerjaan Umum Sumber Daya Air (PU SDA) dan Bina Konstruksi Kabupaten Lamongan, Saikhu, mengatakan revitalisasi dilakukan melalui berbagai jenis pekerjaan, mulai dari pengerukan waduk dan rawa, pembangunan embung baru, rehabilitasi embung, hingga peninggian tanggul. "Dari total kegiatan itu, sebanyak 45 paket berupa pengerukan waduk maupun rawa, 20 paket pembangunan embung, 27 paket rehabilitasi embung, serta dua paket peninggian tanggul," ujar Saikhu, Rabu 1 Juli 2026.

Revitalisasi tersebut dilaksanakan di sejumlah kecamatan, di antaranya Karanggeneng, Sekaran, Modo, Tikung, Babat, Solokuro, Sukorame, Sambeng, Brondong, Mantup, Maduran, Karangbinangun, Kedungpring, Sarirejo, Sukodadi, Sugio, hingga Bluluk. Menurut Saikhu, anggaran setiap lokasi berbeda-beda, menyesuaikan volume pekerjaan dan kondisi lapangan. Pendanaan program ini bersumber dari APBD Kabupaten Lamongan, Pemerintah Provinsi Jawa Timur, serta pemerintah pusat.

Ia menjelaskan, pengerukan difokuskan pada waduk dan rawa yang mengalami sedimentasi agar kapasitas tampung air dapat kembali optimal. Khusus di Waduk Gondang, proses pengerukan mulai dipersiapkan dengan pemasangan sarana untuk menjangkau bagian tengah waduk.

Pengerukan dilakukan menggunakan dredger, yakni kapal khusus yang dilengkapi peralatan untuk mengeruk endapan di dasar perairan. "Untuk pengerukan Waduk Gondang sudah mulai memasuki tahap persiapan. Pengerukan di Waduk Gondang menggunakan dredger," kata Saikhu.

Selain pengerukan, pembangunan dan rehabilitasi embung juga diarahkan untuk meningkatkan cadangan air, terutama guna memenuhi kebutuhan irigasi pertanian sekaligus mengantisipasi kekeringan pada musim kemarau. Sementara itu, peninggian tanggul dilakukan untuk memperkuat infrastruktur pengairan dan mengurangi risiko luapan air di sejumlah wilayah.

Saikhu menegaskan, program revitalisasi ini merupakan langkah strategis untuk mengembalikan fungsi waduk, rawa, dan embung yang selama ini mengalami penurunan kapasitas akibat sedimentasi maupun kerusakan infrastruktur. "Akibat kondisi tersebut, daya tampung air berkurang sehingga pasokan air untuk pertanian dan kebutuhan masyarakat menjadi tidak optimal. Melalui revitalisasi ini, diharapkan fungsi infrastruktur sumber daya air kembali maksimal dan mampu menopang sektor pertanian yang menjadi salah satu penopang utama perekonomian Kabupaten Lamongan," tuturnya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....