Pemkab Lamongan Keruk Waduk Gondang Demi Maksimalkan Irigasi Pertanian

  • 20 Jul 2026 20:41 WIB
  •  Tuban

RRI.CO.ID, Lamongan - Pemerintah Kabupaten Lamongan bersama Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) akan segera memulai pengerukan sedimentasi di Waduk Gondang menggunakan metode dredging pada Agustus mendatang. Langkah ini dilakukan untuk mengembalikan kapasitas tampung waduk yang selama ini berkurang akibat endapan sedimentasi. Bupati Lamongan Yuhronur Efendi meninjau langsung pemasangan alat dredging di Waduk Gondang, Senin 20 Juli 2026.

Dalam peninjauan tersebut, ia menegaskan bahwa pengerukan menjadi bagian penting dalam menjaga fungsi waduk sebagai penopang utama irigasi pertanian di Kabupaten Lamongan. Menurut Yuhronur, kapasitas awal Waduk Gondang mencapai 25 juta meter kubik. Namun saat ini volume tampungnya tinggal sekitar 19,7 juta meter kubik akibat sedimentasi yang terjadi dalam kurun waktu panjang.

Berkurangnya kapasitas waduk tersebut dinilai berdampak langsung terhadap optimalisasi pengairan lahan pertanian. Padahal, Waduk Gondang memiliki potensi mengairi sekitar 10,588 ribu hektare areal persawahan di lima kecamatan. Lima kecamatan yang bergantung pada pasokan air dari Waduk Gondang meliputi Kecamatan Sugio, Sukodadi, Turi, Kembangbahu, dan Lamongan. Karena itu, pemulihan kapasitas waduk dianggap sangat penting untuk mendukung keberlanjutan produksi pertanian.

“Pemerintah Kabupaten Lamongan bersama BBWS akan segera memulai pengerukan sedimentasi yang ada di Waduk Gondang menggunakan metode dredging. Waduk Gondang memiliki peran penting terhadap irigasi pertanian, yang mana pertanian merupakan salah satu potensi unggulan di Kabupaten Lamongan,” ujarnya.

Kepala Dinas Sumber Daya Air dan Bina Konstruksi Kabupaten Lamongan, Erwin Sulistya Pambudi, menjelaskan bahwa pengerukan sedimentasi di Waduk Gondang sebenarnya merupakan agenda pemeliharaan rutin. Namun, penggunaan metode dredging baru pertama kali diterapkan pada pengerukan yang dijadwalkan mulai Agustus mendatang.

“Ini adalah pertama kalinya pengerukan di Waduk Gondang menggunakan metode dredging. Pemeliharaan akan terus dilakukan, sembari melihat keefektifan metode ini. Karena pengembalian volume awal Waduk Gondang tentu membutuhkan pemeliharaan beberapa kali,” jelasnya.

Ia menambahkan, metode dredging dipilih karena dinilai lebih efektif untuk mengangkat endapan sedimentasi dari dasar waduk. Dengan cara tersebut, diharapkan kapasitas tampung air dapat meningkat secara bertahap sehingga fungsi irigasi kembali optimal.

Rencana pengerukan tersebut juga mendapat sambutan positif dari para petani. Ketua Petani Pemakai Air (HIPPA) Daerah Irigasi Waduk Gondang, Ramijo, mengatakan bahwa ketersediaan air dari waduk sangat menentukan keberhasilan musim tanam.

“Dengan adanya pengerukan sedimentasi di Waduk Gondang, volume air akan bertambah. Sehingga kebutuhan air untuk pertanian akan tercukupi. Karena jika air di Waduk Gondang tidak cukup, maka petani harus mengambil air dari Bengawan Jero dan tentu membutuhkan biaya operasional tinggi,” katanya.

Para petani berharap pengerukan dapat segera terealisasi agar suplai air untuk Musim Tanam (MT) I hingga MT III tetap terjaga. Dengan kapasitas waduk yang lebih optimal, biaya operasional petani juga diharapkan dapat ditekan dan produktivitas pertanian di Lamongan semakin meningkat.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....