Cuaca Ekstrem Paksa Nelayan Menepi, Pasokan Ikan Segar Menurun

  • 28 Jun 2026 14:00 WIB
  •  Tuban

‎RRI.CO.ID, Tuban - Ketua Himpunan Nelayan Seluruh Indonesia (HNSI) Kabupaten Tuban, Faisol Rozi, mengungkapkan bahwa kondisi sektor perikanan di Tuban tengah menghadapi tantangan berat akibat cuaca buruk. Fenomena cuaca ekstrem ini telah memaksa mayoritas nelayan di Tuban untuk menghentikan aktivitas melaut selama dua pekan terakhir.

‎‎Keputusan untuk menepi bukan tanpa alasan kuat, mengingat risiko keselamatan di laut menjadi ancaman nyata bagi para nelayan. Selain risiko fisik, ketidakpastian cuaca juga berdampak langsung pada minimnya hasil tangkapan yang didapatkan bagi mereka yang tetap memaksakan diri melaut.

‎‎Ketimpangan antara biaya operasional dan hasil tangkapan juga menjadi beban ekonomi yang cukup signifikan bagi keluarga nelayan. Biaya logistik, seperti bahan bakar dan perbekalan melaut, sering kali jauh lebih tinggi dibandingkan dengan nilai jual ikan yang didapatkan, sehingga mengakibatkan kerugian bagi mereka.

‎‎"Karena cuaca yang tidak menentu ini, nelayan memutuskan untuk tidak melaut. Karena selain membahayakan, jumlah tangkapan juga menurun, jadi tidak sebanding dengan pengeluaran biaya bekal yang kami keluarkan," ujarnya, Minggu 28 Juni 2026.

‎‎Kondisi ekonomi yang sulit ini juga memaksa banyak nelayan untuk beralih profesi sementara waktu demi menyambung hidup selama masa paceklik. Tidak sedikit dari mereka memilih untuk mencari penghasilan tambahan di rumah dengan mengerjakan pekerjaan serabutan.

‎‎"Mayoritas mereka memutuskan untuk berjualan, sampai bisa kembali melaut. Ada yang melakukan pekerjaan lain, asal bisa mendapatkan penghasilan," tambah Faisol.

‎‎Dukungan dari keluarga pun menjadi hal yang penting dalam menghadapi masa-masa sulit ini. Banyak istri nelayan ikut turun tangan membantu ekonomi keluarga dengan cara berdagang kecil-kecilan di rumah atau pasar lokal sebagai upaya bertahan hidup.

‎‎Dampak dari kondisi tersebut juga dirasakan oleh masyarakat luas, terkait ketersediaan hasil tangkapan laut. Pasokan ikan segar di wilayah Tuban diketahui mengalami penurunan drastis.

‎‎"Kalau ikan segar ya stoknya menipis. Kalau pelaku usaha ikan asap memang selalu menggunakan stok ikan beku," ucapnya.

‎‎Menanggapi situasi yang memprihatinkan ini, Ketua HNSI itu terus melakukan pemantauan kondisi di lapangan secara berkala, termasuk memantau informasi dari BMKG. Faisol berharap, agar cuaca segera kembali normal, sehingga para nelayan dapat kembali beraktivitas dengan aman, agar ekonomi masyarakat pesisir dapat segera pulih.

‎‎"Saya sehari-hari juga jualan ikan segar, sudah lebih dari dua minggu ini gudang saya kosong karena tidak ada stok. Jika kondisi terus seperti ini, kasihan mereka yang juga mengantungkan hidupnya kepada saya," katanya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....