Lamongan Siaga Kemarau Ekstrem, Bupati Perkuat Swasembada Pangan
- 29 Apr 2026 06:15 WIB
- Tuban
RRI.CO.ID, Lamongan - Pemerintah Kabupaten Lamongan terus memperkuat langkah antisipatif menghadapi potensi kekeringan akibat perubahan iklim, guna menjaga keberlanjutan swasembada pangan. Upaya tersebut ditegaskan langsung oleh Bupati Lamongan, Yuhronur Efendi, saat mendampingi kunjungan Direktur Jenderal Tanaman Pangan Kementerian Pertanian, Tin Latifah, di Embung Sumengko, Desa Tambakmenjangan, Kecamatan Sarirejo, Selasa, 28 April 2026.
Bupati yang akrab disapa Pak Yes itu menjelaskan bahwa tahun ini menjadi momentum krusial dalam menghadapi musim kemarau yang diprediksi cukup ekstrem. Oleh karena itu, diperlukan langkah cepat, terpadu, dan kolaboratif dari seluruh pemangku kepentingan agar produksi pangan tetap terjaga.
“Tahun ini penting kita hadapi kemarau yang ekstrem. Kita semua harus turun agar swasembada pangan tetap terselamatkan,” ujarnya.
Ia juga mengungkapkan bahwa pemerintah pusat melalui koordinasi dengan gubernur dan Menteri Pertanian telah memberikan peringatan dini terkait potensi anomali cuaca, yang ditandai dengan hujan lebat disertai periode panas ekstrem berkepanjangan. Kondisi ini dinilai berpotensi mengganggu produktivitas sektor pertanian jika tidak diantisipasi sejak dini.
Sementara itu, Dirjen Tanaman Pangan Kementerian Pertanian, Tin Latifah menjelaskan bahwa fenomena iklim yang akan terjadi tergolong El Nino moderat, bukan ekstrem. Dengan kondisi tersebut, menurutnya, masih terdapat ruang untuk melakukan berbagai upaya mitigasi.
“El Nino yang akan kita hadapi bersifat moderat, sehingga masih bisa diupayakan dengan berbagai strategi, termasuk pemanfaatan lahan kering serta dukungan sarana dan prasarana pertanian,” katanya.
Dalam peninjauan tersebut, perhatian juga diarahkan pada optimalisasi sumber daya air, seperti waduk dan embung yang saat ini mengalami kendala akibat pertumbuhan eceng gondok. Pemerintah mendorong pemanfaatan teknologi irigasi, seperti pompanisasi dan irigasi perpipaan, guna memastikan ketersediaan air bagi lahan pertanian tetap tercukupi.
Menanggapi aspirasi masyarakat terkait aliran sungai yang belum optimal, Pemerintah Kabupaten Lamongan berkomitmen segera melakukan pengerukan dan pelebaran saluran air agar dapat berfungsi maksimal dalam mendukung sistem pengairan pertanian.
Melalui sinergi antara pemerintah pusat, daerah, dan masyarakat, diharapkan ketahanan pangan di Kabupaten Lamongan tetap terjaga di tengah tantangan perubahan iklim, sekaligus mempertahankan posisinya sebagai salah satu lumbung pangan unggulan di Jawa Timur.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....