Hari Pertama Sensus Ekonomi 2026, Kini Data Pelaku Industri Digital
- 15 Jun 2026 11:41 WIB
- Tuban
RRI.CO.ID, Lamongan - Sebanyak 1258 petugas ikuti apel pelaksanaan hari pertama Sensus Ekonomi 2026 di Kabupaten Lamongan resmi dimulai hari ini, Senin 15 Juni 2026. Seluruh pendataan tercakup seperti industri konvensional, dan kini juga menyasar pelaku industri digital.
Bupati Lamongan Yuhronur Efendi mengajak seluruh elemen masyarakat, pelaku usaha, hingga aparatur pemerintah untuk bersama-sama menyukseskan agenda nasional tersebut sebagai upaya mendukung pertumbuhan ekonomi daerah dan nasional. Bupati yang akrab disapa Pak Yes menyampaikan bahwa Sensus Ekonomi 2026 merupakan momentum penting yang akan menjadi dasar penyusunan kebijakan pembangunan di masa mendatang.
"Sensus Ekonomi 2026 dimulai hari ini hingga 31 Agustus mendatang. Ini adalah peristiwa nasional yang harus kita sukseskan bersama karena akan menjadi data dasar bagi pembangunan Kabupaten Lamongan maupun pembangunan nasional secara keseluruhan," ujarnya.
Menurutnya, keberhasilan sensus ekonomi bukan hanya menjadi tanggung jawab Badan Pusat Statistik (BPS), tetapi merupakan tanggung jawab bersama seluruh pihak. Mulai dari aparatur sipil negara (ASN), masyarakat, hingga pelaku usaha diharapkan dapat berpartisipasi aktif dalam memberikan data yang akurat.
"Saya berharap momentum ini menunjukkan bahwa kita memiliki tanggung jawab yang sama. Tidak hanya BPS, tetapi seluruh masyarakat untuk menghasilkan data yang berkualitas bagi Sensus Ekonomi 2026," katanya.
Bupati Yuhronur juga menyampaikan capaian ekonomi Kabupaten Lamongan yang menunjukkan tren positif. Berdasarkan data BPS, pertumbuhan ekonomi Lamongan pada Triwulan I 2026 mencapai 10,79 persen dibandingkan periode sebelumnya, menempatkan Lamongan di peringkat kedua tertinggi di Jawa Timur setelah Pamekasan.
"Capaian ini sangat menggembirakan. Pertumbuhan ekonomi Lamongan mencapai 10,79 persen pada Triwulan I dan menjadi yang tertinggi kedua di Jawa Timur," tuturnya.
Selain itu, pertumbuhan ekonomi secara tahunan (year on year) juga menunjukkan peningkatan signifikan. Pada akhir 2025, pertumbuhan ekonomi Lamongan tercatat sebesar 5,91 persen. Tak hanya sektor ekonomi, indikator kesejahteraan masyarakat juga mengalami perbaikan. Angka kemiskinan ekstrem berhasil ditekan hingga mencapai 0,26 persen, turun dibandingkan tahun sebelumnya yang masih berada di angka 0,61 persen.
Menurut Yuhronur, capaian tersebut mencerminkan tingginya aktivitas dan dinamika ekonomi di Kabupaten Lamongan. Karena itu, pemerintah daerah akan terus mendorong terciptanya iklim yang kondusif guna memperkuat pertumbuhan ekonomi daerah.
"Ini menunjukkan bahwa aktivitas ekonomi di Kabupaten Lamongan cukup tinggi. Ke depan, kita akan terus mendorong terciptanya iklim yang lebih kondusif agar pertumbuhan ekonomi semakin kuat dan berdampak pada kesejahteraan masyarakat," jelasnya.
Sementara itu, Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Kabupaten Lamongan, Hermanto menuturkan bahwa Sensus Ekonomi 2026 akan menjadi pendataan ekonomi paling komprehensif yang mencakup seluruh sektor usaha di Kabupaten Lamongan, mulai dari sektor pertanian, perdagangan, industri pengolahan, hingga sektor jasa dan ekonomi digital yang terus berkembang.
Menurut Hermanto, salah satu perbedaan mendasar Sensus Ekonomi 2026 dibandingkan pelaksanaan 10 tahun lalu adalah cakupan pendataan yang lebih luas terhadap aktivitas ekonomi baru yang muncul seiring perkembangan teknologi. "Kalau 10 tahun yang lalu sektor ekonomi digital belum berkembang seperti sekarang. Pada Sensus Ekonomi 2026 ini kami juga akan mendata pelaku usaha digital, termasuk content creator dan berbagai aktivitas ekonomi berbasis platform digital yang selama ini tidak terlihat secara fisik, tetapi memiliki kontribusi ekonomi yang cukup besar," ujar Hermanto.
Ia menjelaskan, petugas sensus akan melakukan pendataan secara door to door untuk memastikan seluruh aktivitas ekonomi dapat teridentifikasi dan tercatat dengan baik. Karena itu, masyarakat diharapkan memberikan informasi yang benar dan lengkap kepada petugas saat proses pendataan berlangsung.
"Pelaku usaha yang tidak memiliki toko atau tempat usaha fisik tetap akan kami data. Dengan informasi yang akurat, pemerintah nantinya dapat menyusun kebijakan yang lebih tepat sasaran, termasuk untuk mendukung perkembangan ekonomi digital yang potensinya semakin besar," katanya.
Melalui pelaksanaan Sensus Ekonomi 2026, Pemerintah Kabupaten Lamongan dan BPS Lamongan berharap tersedianya data yang akurat dan komprehensif sebagai landasan dalam merumuskan kebijakan pembangunan yang tepat sasaran serta mendukung keberlanjutan pertumbuhan ekonomi daerah.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....