Bag Free Day Warnai Penutupan MPLS SMPN 1 Lamongan, Peduli Lingkungan
- 17 Jul 2026 19:13 WIB
- Tuban
RRI.CO.ID, Lamongan - Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) di SMP Negeri 1 Lamongan resmi berakhir dan penutupan MPLS tahun ini dikemas secara edukatif dengan menggabungkan pendidikan karakter peduli lingkungan dan pengembangan kreativitas peserta didik.
Mengusung tema "MPLS RAMAH SAKURA" (Berprestasi, Berkarakter, Berbudaya, dan Berwawasan Global), kegiatan hari kelima difokuskan pada implementasi program ASRI Aman, Sehat, Rapi, dan Indah.
Sebagai wujud nyata program tersebut, sekolah menggelar aksi lingkungan bertajuk Bag Free Day. Sebanyak 374 peserta didik baru diterjunkan untuk melakukan pemetaan lingkungan di sekitar sekolah sekaligus membersihkan sampah yang mereka temui.
| Baca juga: Ruang Publik Produktif Hadir di CFD Tuban |
Dalam kegiatan itu, para siswa yang terbagi ke dalam sejumlah gugus tidak hanya berjalan mengelilingi lingkungan sekolah, tetapi juga belajar memilah sampah organik dan anorganik sebagai bagian dari pembelajaran tentang pengelolaan lingkungan.
Kepala SMP Negeri 1 Lamongan, Safiudin, mengatakan kegiatan tersebut merupakan upaya menanamkan karakter peduli lingkungan sejak hari pertama para siswa memasuki jenjang pendidikan menengah pertama.
"Melalui aksi nyata Bag Free Day pada hari kelima MPLS ini, kami ingin menanamkan sejak dini prinsip peduli lingkungan kepada anak-anak. Menjadi pribadi yang cerdas secara akademis saja tidak cukup. Siswa SMPN 1 Lamongan juga harus memiliki karakter yang kuat, salah satunya peduli terhadap kebersihan dan kelestarian lingkungan. Nilai itu menjadi bagian dari pilar RAMAH SAKURA," ujarnya, Jumat 17 Juli 2026
Menurut Safiudin, pembentukan karakter menjadi salah satu fokus utama sekolah agar peserta didik memiliki kepedulian sosial sekaligus mampu beradaptasi dengan tantangan global tanpa meninggalkan budaya dan nilai-nilai positif.
Usai kegiatan di luar ruangan, suasana sekolah berubah menjadi panggung kreativitas melalui Ajang Unjuk Karya dan Pameran Kaleidoskop. Sebanyak 11 gugus siswa baru menampilkan berbagai pertunjukan seni, mulai dari musik, tari tradisional, drama pendek, hingga yel-yel yang mencerminkan kekompakan masing-masing kelompok.
Selain pertunjukan seni, setiap gugus juga memamerkan Pop-Up Book tiga dimensi yang berisi dokumentasi dan rangkuman seluruh aktivitas MPLS selama lima hari. Buku interaktif tersebut disusun secara kolaboratif sebagai bentuk refleksi sekaligus hasil kreativitas peserta didik.
"Karya Pop-Up Book maupun penampilan dari 11 gugus hari ini benar-benar di luar ekspektasi kami. Hal itu menunjukkan generasi baru SMPN 1 Lamongan siap berprestasi, menjaga budaya, sekaligus memiliki wawasan global," katanya.
Rangkaian penutupan MPLS diakhiri dengan pemberian penghargaan kepada gugus terbaik serta pengukuhan secara simbolis peserta didik baru sebagai bagian dari keluarga besar SMP Negeri 1 Lamongan.
Melalui pelaksanaan MPLS yang memadukan pendidikan karakter, kepedulian terhadap lingkungan, dan pengembangan kreativitas, SMP Negeri 1 Lamongan berharap para peserta didik baru dapat memulai proses belajar dengan semangat kolaborasi, tanggung jawab, serta kesadaran menjaga lingkungan sejak dini.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....