SPPG Sukomulyo Lamongan Berhenti Beroperasi, Diduga Dipicu Konflik Internal

  • 10 Jun 2026 18:22 WIB
  •  Tuban

RRI.CO.ID, Lamongan - Operasional Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Sukomulyo, Kabupaten Lamongan, Jawa Timur, mendadak berhenti. Penutupan fasilitas pelayanan gizi tersebut diduga berkaitan dengan konflik internal keluarga pemilik lama yang berdampak pada kondisi keuangan usaha.

Bangunan SPPG diketahui telah berpindah kepemilikan kepada seorang pembeli bernama Sadak. Proses penjualan dilakukan untuk melunasi utang pemilik lama kepada pihak perbankan. Setelah serah terima selesai, bangunan langsung ditutup dan dipasangi banner pada bagian depan.

Sadak pemilik baru bangunan mengaku memperoleh informasi dari pihak Sarjana Penggerak Pembangunan Indonesia (SPPI) bahwa operasional SPPG sebelumnya berjalan normal. Namun, menurutnya, terjadi persoalan internal rumah tangga yang berpengaruh terhadap pengelolaan keuangan.

Ia menjelaskan, kondisi tersebut diduga membuat pemilik lama kesulitan memenuhi kewajiban pembayaran cicilan utang di bank yang telah jatuh tempo. Menurut Sadak, sebelum memutuskan menjual aset tersebut, pemilik lama sempat meminta bantuan kepada yayasan yang menaungi operasional SPPG.

Namun, upaya tersebut disebut tidak membuahkan solusi sehingga bangunan akhirnya dijual dengan nilai sekitar Rp1,5 miliar. "Karena tidak ada pemasukan untuk membayar utang. Informasinya sempat mengadu ke yayasan, tetapi tidak ada tanggapan. Akhirnya bangunan dijual kepada saya untuk melunasi utang," ujarnya, Rabu 10 Juni 2026.

Penutupan mendadak itu juga berdampak pada aktivitas para pengurus lapangan SPPI. Mereka mengaku telah membeli berbagai bahan makanan untuk kebutuhan operasional pelayanan gizi pada hari berikutnya.

SPPI sempat mengajukan permohonan kepada pemilik baru agar diberikan waktu tambahan selama dua pekan untuk memanfaatkan bahan makanan yang telah tersedia. Namun setelah dilakukan pertemuan dengan Sadak, permohonan tersebut akhirnya ditarik dan pihak SPPI menerima keputusan penghentian sementara operasional.

Meski pelayanan SPPG Sukomulyo saat ini terhenti, Sadak menegaskan komitmennya untuk mengaktifkan kembali fasilitas tersebut. Ia berharap layanan pemenuhan gizi bagi masyarakat dapat kembali berjalan setelah proses administrasi dan pengelolaan selesai.

"Kami berkomitmen agar tempat ini tetap difungsikan sebagai SPPG sehingga pelayanan kepada masyarakat bisa kembali berjalan," katanya.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....