AI Permudah Riset, Akademisi Diminta Tetap Bijak Menggunakannya

  • 07 Jun 2026 19:37 WIB
  •  Tuban

‎RRI.CO.ID, Tuban – Pemanfaatan Artificial Intelligence (AI) di lingkungan perguruan tinggi kini menjadi sorotan utama dalam agenda transformasi pendidikan. Dalam kegiatan Visiting Professor yang digelar oleh Universitas PGRI Ronggolawe (UNIROW) Tuban, Sabtu 6 Juni 2026, akademisi asal Malaysia, Assoc. Professor Dr. Shukor Sanim Mohd Fauzi, menegaskan bahwa kehadiran teknologi canggih tersebut harus disikapi dengan bijak oleh para akademisi.

‎Dr. Shukor Sanim, pakar dari Applied Computing and Technology Research Group Universiti Teknologi MARA (UiTM), mengingatkan bahwa meski AI mampu mempercepat proses penelitian secara signifikan. Dari yang sebelumnya memakan waktu berbulan-bulan, kini menjadi jauh lebih efisien, namun teknologi ini tetaplah sebuah alat bantu.

‎‎Ia juga mewanti-wanti agar dosen maupun mahasiswa tidak terjebak dalam ketergantungan yang dapat mematikan daya nalar. “AI adalah alat bantu, bukan pengganti kemampuan berpikir kritis. Penggunaannya harus tetap diimbangi dengan kompetensi akademik dan pedagogik yang kuat. Jika kita kehilangan sisi berpikir kritis, maka teknologi ini justru akan mendegradasi kualitas intelektual seorang akademisi,” tegasnya.

‎‎Rektor UNIROW, Prof. Warli, dalam sambutannya, mengakui bahwa AI adalah faktor pendorong utama dalam efisiensi riset dan manajemen pendidikan. Namun, ia menggarisbawahi bahwa efisiensi tersebut tidak boleh mengabaikan pentingnya literasi digital yang mumpuni.

‎“Teknologi AI hanya bisa dimanfaatkan secara optimal oleh mereka yang memiliki kemampuan literasi digital yang baik. Tantangan kita ke depan adalah bagaimana mengintegrasikan AI ke dalam kurikulum dan riset tanpa mengorbankan integritas serta kemampuan analisis mendalam dari mahasiswa dan tenaga pengajar kita,” ujarnya.

‎Kegiatan yang bertajuk “Artificial Intelligence for Research Excellence and International Collaboration in Higher Education” ini dirancang untuk membedah potensi AI secara komprehensif. Selain membahas etika penggunaan AI dalam publikasi ilmiah, para dosen juga diajak mengoptimalkan AI untuk penyusunan Systematic Literature Review (SLR) dan analisis data riset guna menembus jurnal bereputasi internasional seperti Scopus dan Web of Science (WoS).

‎Tak hanya bagi dosen, prinsip bahwa AI merupakan "pendamping" dalam berkarier juga ditekankan kepada mahasiswa dalam sesi khusus bertema “Preparing Future Graduates for the AI and Industry 5.0 Era.” Para mahasiswa dibekali cara memanfaatkan AI untuk membangun personal branding dan portofolio digital yang kompetitif, sembari tetap menjaga orisinalitas dalam berpikir.

‎‎Melalui sinergi antara teknologi dan pemikiran kritis ini, Unirow berkomitmen untuk tidak hanya sekadar mengikuti tren digitalisasi. Namun juga memastikan bahwa seluruh civitas academica tetap menjadi pengendali utama dalam proses pendidikan.

‎Kolaborasi internasional dengan UiTM Malaysia ini juga diharapkan menjadi langkah nyata dalam menciptakan ekosistem pendidikan yang inovatif dan produktif. Namun tetap berakar pada penguatan kualitas sumber daya manusia yang kritis dan beretika.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....