Injeksi Klorin PT BMI Lamongan Terkendali, Aktivitas Produksi Kembali Normal

  • 06 Jun 2026 19:41 WIB
  •  Tuban

RRI.CO.ID, Lamongan - Manajemen PT Bumi Menara Internusa (BMI) Lamongan berikan pernyataan terkait insiden yang menyebabkan 19 pekerjanya menjalani perawatan medis pada Jumat 5 Juni 2026. Perusahaan menyampaikan bahwa keluhan yang dialami para pekerja bukan akibat keracunan gas beracun, melainkan karena adanya gangguan teknis pada sistem injeksi desinfektan klorin (chlorine) di area produksi.

Plant Manager PT BMI Lamongan, Purnawan menjelaskan bahwa berdasarkan hasil investigasi internal, gangguan pada sistem otomatisasi sempat menyebabkan kadar klorin di ruang produksi melebihi standar operasional harian yang ditetapkan perusahaan.

"Benar, sempat ada kendala teknis pada sistem inject desinfektan klorin kami, sehingga kadarnya melebihi batas standar yang biasanya kami jaga ketat di angka 5 ppm. Hal inilah yang kemudian memicu respons jangka pendek berupa rasa perih pada mata para karyawan yang sedang bertugas. Jadi, ini bukan karena keracunan gas," katanya, Sabtu 6 Juni 2026.

Menurutnya, kondisi tersebut berlangsung dalam waktu singkat dan langsung ditangani oleh tim tanggap darurat perusahaan. Begitu indikasi peningkatan kadar klorin terdeteksi, perusahaan segera menghentikan sementara aliran injeksi desinfektan serta melakukan langkah mitigasi untuk memulihkan kualitas udara di area produksi.

Selain itu, perusahaan juga mengoptimalkan sistem ventilasi dan melakukan sterilisasi ruangan guna memastikan kondisi lingkungan kerja kembali aman bagi para pekerja. Purnawan menegaskan, upaya penanganan yang dilakukan berhasil mengembalikan parameter kualitas udara ke kondisi normal tanpa menimbulkan dampak kesehatan yang bersifat fatal.

"Saat ini kondisi ruangan sudah sepenuhnya aman dan steril. Seluruh parameter lingkungan kerja telah kembali sesuai standar keselamatan. Ruangan pun sudah mulai digunakan kembali untuk aktivitas kerja seperti biasa," ujarnya.

https://rri.co.id/tuban/regional/2471684/19-karyawan-pt-bmi-lamongan-diduga-keracunan-enam-dirawat-inap⁠⁠⁠⁠⁠⁠⁠

Seperti diberitakan sebelumnya, sebanyak 19 pekerja PT BMI Lamongan dilaporkan mengalami keluhan kesehatan berupa mata perih, berair, tenggorokan kering, serta lemas saat menjalankan aktivitas kerja. Sebagian pekerja mendapatkan perawatan rawat jalan, sementara beberapa lainnya menjalani observasi dan perawatan lanjutan di rumah sakit.

Pascakejadian tersebut, PT BMI Lamongan menyatakan akan memperketat pengawasan serta pemeliharaan berkala terhadap seluruh fasilitas produksi dan sistem keselamatan kerja. Langkah itu dilakukan sebagai upaya pencegahan agar insiden serupa tidak terulang di masa mendatang.

Manajemen juga memastikan seluruh aktivitas operasional pabrik telah kembali berjalan normal sejak Sabtu 6 Juni 2026 setelah kondisi lingkungan kerja dinyatakan aman dan memenuhi standar keselamatan.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....