DPKH Lamongan Pastikan PMK Terkendali Jelang Penyembelihan Hewan Kurban
- 14 Mei 2026 13:00 WIB
- Tuban
RRI.CO.ID, Lamongan - Menjelang Hari Raya Iduladha 1447 Hijriah, Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan (DPKH) Kabupaten Lamongan memastikan kondisi Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) di Lamongan masih terkendali. Meski demikian, peternak dan pedagang hewan kurban diminta tetap waspada terhadap penyebaran penyakit tersebut.
Kepala DPKH Kabupaten Lamongan, Shofiah Nurhayati mengatakan kasus PMK masih ditemukan, namun sebagian besar terjadi pada hewan yang belum mendapatkan vaksinasi serta hewan baru hasil pembelian dari luar daerah. “PMK saat ini masih ada, tetapi masih terkendali. Kebanyakan yang terkena adalah hewan yang belum divaksin dan berasal dari pembelian baru,” ujarnya, Kamis, 14 Mei 2026.
Shofiah memastikan daging hewan kurban tetap aman dikonsumsi masyarakat selama hewan dalam kondisi layak dan penanganannya sesuai ketentuan kesehatan hewan. Menurutnya, hewan yang pernah terpapar PMK harus dipastikan sembuh terlebih dahulu sebelum disembelih.
Sementara bagian tertentu seperti jeroan, kaki, dan bagian mulut harus dimasak matang sebelum dikonsumsi. “Kalau hewan yang terkena PMK harus sembuh dulu. Untuk bagian tertentu terutama jeroan dan bagian yang sakit wajib dimasak terlebih dahulu,” katanya.
Untuk mencegah penyebaran PMK, DPKH Lamongan memperketat pengawasan lalu lintas hewan ternak yang masuk ke wilayah Lamongan. Hewan yang terindikasi sakit tidak langsung ditolak, namun diwajibkan menjalani isolasi sebelum diperjualbelikan.
“Hewan yang sakit harus dipisahkan dari hewan sehat karena PMK mudah menular,” ucapnya.
Selain PMK, DPKH juga mewaspadai penyakit Lumpy Skin Disease (LSD) atau lato-lato pada sapi. Hewan dengan gejala bentol-bentol diwajibkan dipotong terakhir dan dipisahkan dari hewan sehat saat penyembelihan kurban.
Pengawasan kesehatan hewan kurban juga dilakukan melalui pemeriksaan di sejumlah titik perbatasan dan pasar hewan. Pemeriksaan dijadwalkan mulai 17 Mei di wilayah Kabuh yang berbatasan dengan Kabupaten Jombang, serta dilanjutkan di Balongpanggang pada 21 Mei untuk memantau lalu lintas ternak menuju Pasar Tikung.
Shofiah menambahkan, DPKH terus melakukan pengobatan terhadap sapi sakit serta vaksinasi bagi hewan sehat menjelang Iduladha. Peternak diminta segera melapor apabila menemukan ternak dengan gejala penyakit.
“Kami terus melakukan pengobatan dan vaksinasi. Peternak juga kami minta segera melapor jika ada sapi sakit agar segera ditangani,” katanya.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....